TEMBILAHAN, datariau.com - Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau menggelar Sosialisasi Pencegahan Bullying dan Anti-Narkoba di SMP Negeri 2 Tembilahan. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan siswa yang tampak antusias mengikuti setiap rangkaian materi yang disampaikan oleh narasumber dari kalangan kepolisian dan praktisi hukum.
Program edukasi tersebut merupakan salah satu upaya mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga diri dari berbagai ancaman yang dapat menghambat masa depan, khususnya perundungan (bullying) dan penyalahgunaan narkoba.
Materi pertama disampaikan oleh Brigpol Salman Alfarisi, S.H., M.H., yang membahas bahaya penyalahgunaan narkoba. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan berbagai jenis narkotika dan obat-obatan terlarang beserta dampak buruk yang ditimbulkan terhadap kesehatan fisik maupun mental. Selain itu, para siswa juga diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum yang dapat menjerat pelaku penyalahgunaan maupun pengedar narkoba.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN 010 Talontam Kuantan Singingi
Brigpol Salman menekankan bahwa remaja merupakan kelompok yang rentan menjadi sasaran peredaran narkoba. Oleh karena itu, para siswa diimbau untuk memiliki keberanian menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba serta memilih lingkungan pergaulan yang positif.
"Generasi muda harus menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, dan mampu menjaga diri dari pengaruh negatif narkoba. Masa depan bangsa berada di tangan para pelajar," pesannya kepada para peserta.
Selanjutnya, materi mengenai pencegahan bullying disampaikan oleh Dr. Titin Triana, S.H., M.H., Founder Lawyer Masuk Sekolah. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat berbentuk verbal, sosial, hingga perundungan melalui media digital atau cyberbullying yang kini semakin sering terjadi di kalangan remaja.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Kuala Semundam Sulap Limbah Organik Jadi Pupuk Cair Bernilai Ekonomi
Ia mengajak seluruh siswa untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah. Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis yang dapat dialami korban bullying, mulai dari menurunnya rasa percaya diri, gangguan kesehatan mental, hingga terganggunya proses belajar.
Dr. Titin juga menjelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindakan perundungan, termasuk pentingnya melapor kepada guru, orang tua, atau pihak yang dapat memberikan perlindungan.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan mengenai kasus-kasus yang sering ditemui di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari, baik terkait bullying maupun penyalahgunaan narkoba.
Baca juga:Mahasiswa FISIP Berdampak Universitas Riau Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SD Aulia Cendekia Islamic School
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian para pelajar terhadap isu perlindungan diri dan pembentukan karakter remaja. Diskusi yang berlangsung juga menjadi ruang edukasi untuk memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau berharap para siswa tidak hanya memahami bahaya bullying dan narkoba secara teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kepedulian, empati, serta keberanian untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba maupun tindakan perundungan.
Edukasi sejak usia sekolah dinilai menjadi langkah preventif yang efektif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, sehat, bertanggung jawab, serta mampu menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan sekitarnya.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Seminar Kenakalan Remaja di SMPN 2 Kempas, Bekali Siswa Kelola Emosi dan Pergaulan Sehat
Pihak SMP Negeri 2 Tembilahan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut pihak sekolah, materi yang disampaikan sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi remaja saat ini, sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga diri dan menciptakan budaya sekolah yang lebih aman.