SUBARAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 120 Desa Subarak berkolaborasi dengan ibu-ibu Posyandu Kasih Ibu menggelar Workshop Inovasi Camilan Sehat Berbasis Daun Kelor atau “CES MORINGA”, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN UMRI Kelompok 120 dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan pangan lokal bergizi. Inovasi ini juga diarahkan untuk mendukung upaya pemenuhan gizi anak dan mewujudkan generasi yang sehat serta bebas stunting.
Daun kelor dipilih sebagai bahan utama karena tanaman tersebut relatif mudah ditemukan di lingkungan masyarakat dan memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai jenis pangan. Melalui workshop ini, mahasiswa memperkenalkan cara mengolah daun kelor menjadi camilan yang sehat, menarik, dan mudah dibuat.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 8 Gelar Kegiatan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga di Desa Kampung Tengah
Kegiatan berlangsung bersama ibu-ibu Posyandu Kasih Ibu yang selama ini memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di Desa Subarak. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi, terutama bagi anak-anak yang sedang berada dalam masa pertumbuhan.
Dalam workshop, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 120 terlebih dahulu memberikan pemaparan mengenai pentingnya pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai alternatif makanan bergizi. Peserta kemudian diajak mengikuti tahapan pembuatan CES MORINGA, mulai dari pengenalan bahan, pengolahan daun kelor hingga proses menghasilkan camilan siap dikonsumsi.
Antusiasme terlihat dari keterlibatan para ibu Posyandu Kasih Ibu selama kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya menyaksikan demonstrasi yang diberikan mahasiswa, tetapi juga ikut mempraktikkan secara langsung proses pengolahan camilan berbahan dasar daun kelor.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Keterlibatan langsung tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis kepada peserta sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti selama workshop, tetapi dapat diterapkan di rumah sebagai salah satu alternatif dalam menyediakan makanan bergizi bagi keluarga.
Perwakilan mahasiswa KKN UMRI Kelompok 120 mengatakan, program CES MORINGA merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pemenuhan gizi masyarakat sekaligus ajakan untuk lebih kreatif memanfaatkan potensi pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Melalui workshop CES MORINGA ini kami ingin memperkenalkan salah satu bentuk pemanfaatan daun kelor menjadi camilan yang menarik dan dapat dikonsumsi sebagai alternatif makanan bergizi. Kami berharap kegiatan ini dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan pangan lokal dalam mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 49 Edukasi Siswa MIN 1 Siak tentang Pentingnya Makanan Bergizi
Selain memberikan edukasi mengenai pengolahan makanan sehat, kegiatan tersebut juga memiliki potensi untuk mendorong masyarakat mengembangkan produk pangan berbasis bahan lokal. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, daun kelor tidak hanya dapat digunakan sebagai bahan masakan sehari-hari, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk camilan dengan nilai tambah.
Bagi mahasiswa KKN UMRI Kelompok 120, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat selama menjalankan program KKN di Desa Subarak. Kolaborasi dengan Posyandu Kasih Ibu menjadi upaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga keterampilan yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.