PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program FISIP Berdampak Bagi Negeri Universitas Riau (UNRI) Kelompok 39 menyerahkan tiga unit komposter kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Seroja di Kelurahan Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Selasa (21/7/2026). Bantuan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa dalam mendukung pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos.
Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan KWT Seroja dalam mendukung pengembangan kebun "AKU Hatinya PKK" yang dikelola di atas lahan milik kelompok tersebut. Kebun tersebut dimanfaatkan sebagai sarana pemanfaatan pekarangan dan budidaya berbagai jenis tanaman yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui penyerahan komposter, mahasiswa berharap sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberlanjutan pengelolaan kebun, khususnya kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Selain membantu memenuhi kebutuhan pupuk alami, penggunaan komposter juga diharapkan mampu mengurangi volume sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Ibu-ibu PKK Kampung Teluk Merbau Membuat Tas Tumbler Macrame Bernilai Ekonomi
Ketua Kelompok 39 KKN Program FISIP Berdampak Bagi Negeri Universitas Riau, Mutiara Adinda, mengatakan bahwa bantuan komposter merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap upaya pelestarian lingkungan yang dimulai dari pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
"Kami berharap komposter ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh Kelompok Wanita Tani sebagai upaya mengolah sampah organik menjadi pupuk yang bermanfaat bagi kegiatan pertanian serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat," ujar Mutiara Adinda.
Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari anggota Kelompok Wanita Tani Seroja. Salah seorang anggota KWT mengaku keberadaan komposter sangat membantu karena sebelumnya kelompok mereka pernah menggunakan alat serupa, namun kini sudah tidak lagi tersedia.
Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Sulap Limbah Tankos Sawit Jadi Media Budidaya Jamur Merang di Bangsal Aceh Dumai
"Dulu kami menggunakan komposter juga, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Kami sangat terbantu dengan adanya komposter ini dan menjadi nilai plus untuk penilaian program kebun AKU Hatinya PKK Kelurahan Rumbai Bukit di bulan depan," ungkapnya.
Tidak hanya menyerahkan bantuan, mahasiswa KKN juga memberikan edukasi mengenai tata cara penggunaan komposter serta pentingnya pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengubah limbah organik menjadi pupuk kompos yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi bagi kegiatan pertanian.