Mahasiswa KKN UNRI Sulap Limbah Tankos Sawit Jadi Media Budidaya Jamur Merang di Bangsal Aceh Dumai

datariau.com
180 view
Mahasiswa KKN UNRI Sulap Limbah Tankos Sawit Jadi Media Budidaya Jamur Merang di Bangsal Aceh Dumai

DUMAI, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah perkebunan kelapa sawit melalui program budidaya jamur merang berbasis tandan kosong kelapa sawit (tankos) di Kelurahan Bangsal Aceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Program yang dilaksanakan pada Selasa (7/7/2026) tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa KKN dalam mengoptimalkan potensi lokal sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Tankos yang selama ini kerap menjadi limbah perkebunan dimanfaatkan sebagai media tanam jamur merang yang memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim mahasiswa KKN Universitas Riau yang terdiri atas Nicholas Alexchandra Simamora, Yamanda Annisa Putri, Dwi Novita Ramadhani, Ayu Hanna Lasminar Silitonga, Anisa, Romauli Panggabean, Atikah Salsabila, Baginda Haris Ananta, dan Eka Yuly Anggraini di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wila Sari Arien, S.Pd., M.Pd.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Les Gratis untuk Siswa SD di Desa Pangkalan Makmur, Tingkatkan Semangat Belajar Anak


Pemanfaatan tankos dipilih karena limbah kelapa sawit tersebut tersedia dalam jumlah melimpah di wilayah Bangsal Aceh. Melalui inovasi ini, mahasiswa ingin menunjukkan bahwa limbah organik dapat diolah menjadi media budidaya yang produktif dan bernilai tambah bagi masyarakat.

Lokasi budidaya ditempatkan di lahan belakang Kantor Kelurahan Bangsal Aceh. Selain mudah dipantau selama masa pelaksanaan KKN, lokasi tersebut juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah organik sebagai media budidaya jamur.

Tahapan kegiatan diawali dengan persiapan lokasi, penyusunan media tanam menggunakan tankos kelapa sawit, penanaman bibit jamur merang, hingga perawatan secara berkala guna memastikan pertumbuhan jamur berlangsung optimal sampai masa panen.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Pencegahan Bullying di SDN 010 Pulau Deras, Wujudkan Sekolah Aman dan Ramah Anak


Ketua Kelompok KKN Bangsal Aceh, Nicholas Alexchandra Simamora, mengatakan program tersebut lahir dari keinginan mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang memanfaatkan potensi lokal sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

"Kami melihat tankos kelapa sawit merupakan limbah yang jumlahnya cukup melimpah di sekitar Bangsal Aceh. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya jamur merang yang bernilai guna. Harapannya, inovasi ini dapat menjadi inspirasi dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui cara yang sederhana namun bermanfaat," ujarnya.

Menurutnya, budidaya jamur merang menggunakan tankos kelapa sawit memiliki potensi untuk dikembangkan masyarakat sebagai salah satu alternatif usaha produktif yang ramah lingkungan. Selain mengurangi limbah perkebunan, metode ini juga dapat membuka peluang ekonomi baru apabila dikelola secara berkelanjutan.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Pencegahan Bullying di SDN 09 Merangkai, Tanamkan Empati Sejak Dini


Program tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui penerapan inovasi sederhana yang dapat diaplikasikan langsung sesuai kondisi daerah.

Penulis
: Ayu Hanna Lasminar Silitonga
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)