PEKANBARU, datariau.com - Dalam rangka mendukung pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang berfokus pada penanaman karakter, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau melalui program FISIP Berdampak menggelar sosialisasi anti-bullying di SD Aulia Cendekia Islamic School, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di Musholla SD Aulia Cendekia Islamic School tersebut diikuti sekitar 150 siswa kelas IV, V, dan VI. Sosialisasi juga dihadiri para guru, ustaz, dan ustazah yang mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.
Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa Universitas Riau dalam mendukung pendidikan karakter sejak usia dini, khususnya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Sosialisasikan Anti-Bullying di SDN 153 Pekanbaru, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Riau, Ayu Iswandari, dipercaya sebagai pemateri. Ia memaparkan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, dampak negatif yang dirasakan baik oleh korban maupun pelaku, serta pentingnya menumbuhkan sikap saling menghargai, peduli, dan menghormati sesama.
Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif sehingga mudah dipahami oleh para siswa. Hal ini membuat peserta lebih mudah mengikuti setiap materi yang disampaikan.
Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan juga diselingi dengan penayangan film animasi edukatif bertema anti-bullying. Melalui tayangan tersebut, para siswa diajak mengenali berbagai bentuk perundungan yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memahami cara menyikapinya secara positif.
Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 009 Pulau Ingu
Suasana semakin hidup saat memasuki sesi diskusi, tanya jawab, dan permainan edukatif. Para siswa terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Banyak peserta yang aktif menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, hingga berbagi pengalaman mengenai pentingnya saling menghormati teman di lingkungan sekolah.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya kepedulian siswa terhadap isu perundungan sekaligus menjadi indikator bahwa metode penyampaian yang interaktif mampu meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Pihak SD Aulia Cendekia Islamic School memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Salah seorang ustazah menyampaikan bahwa sosialisasi seperti ini sangat dibutuhkan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
"Terima kasih kepada mahasiswa Universitas Riau yang telah melaksanakan sosialisasi di sekolah kami. Sosialisasi ini sangat penting untuk membangun karakter anak-anak di sekolah ini," ujarnya.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Gerakan Anti-Bullying di SDN 002 Pasar
Usang Baserah, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak
Melalui kegiatan ini, mahasiswa FISIP Berdampak Universitas Riau berharap para siswa mampu menerapkan nilai-nilai empati, kepedulian, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya bullying, sosialisasi ini diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk membangun budaya sekolah yang inklusif, aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang karakter positif sesuai dengan tujuan pelaksanaan MPLS.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Nur Jannah, M.Si. Melalui program FISIP Berdampak, mahasiswa Universitas Riau berkomitmen memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan karakter sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda akan pentingnya sikap saling menghargai, menghormati, dan peduli terhadap sesama.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Anti-Bullying di SDN 004 Sungai Manau, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak Sejak Dini
Sosialisasi anti-bullying ini juga menjadi wujud kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif, ramah anak, serta bebas dari segala bentuk perundungan. Dengan sinergi tersebut, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, berempati, dan mampu menciptakan budaya saling menghormati di lingkungan sekolah maupun masyarakat.***