PEKANBARU, datariau.com - Di tengah derasnya arus informasi digital yang semakin sulit dibendung, generasi muda dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan edukatif bertema “Bahaya Radikalisme pada Remaja” di SMKF Ikasari Pekanbaru, Jumat (22/5/2026).
Kegiatan yang diikuti para pelajar SMK tersebut berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Sejak awal acara, para siswa tampak aktif mengikuti setiap sesi yang disampaikan oleh mahasiswa. Materi edukasi tidak hanya diberikan melalui pemaparan, tetapi juga dikemas dalam bentuk diskusi sehingga peserta lebih mudah memahami berbagai isu yang dibahas.
Tim mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Eldian Hermawan, Ayu Kartika Dewi, Keysya Putri Anggraeni, Putri Norma Hadiana, Selfiana, Mifta Amelia Evriza, Alvia Urfatihah, Suci Rachela, Nabila Rahmadani, dan Afifu Rahman Azzaki.
Baca juga:Mahasiswa Farmasi UMRI Tanamkan Semangat Bela Negara kepada Siswa SD Al Rasyid Pekanbaru
Dalam penyampaiannya, mahasiswa menjelaskan bahwa radikalisme merupakan salah satu tantangan yang perlu diwaspadai oleh generasi muda. Perkembangannya kerap memanfaatkan berbagai platform digital, termasuk internet dan media sosial yang saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja.
Kurangnya kemampuan dalam memverifikasi informasi dapat membuat seseorang lebih mudah terpapar konten yang mengandung ujaran kebencian, intoleransi, hingga ajakan yang berpotensi merusak persatuan. Karena itu, para siswa diajak untuk membangun kebiasaan berpikir kritis, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta menghargai perbedaan yang ada di lingkungan sekitar.
Suasana kegiatan semakin hidup ketika memasuki sesi tanya jawab. Para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara mengenali ciri-ciri paham radikal, langkah menghadapi informasi mencurigakan di media sosial, hingga upaya yang dapat dilakukan ketika menemukan konten yang berpotensi memecah belah persatuan.
Baca juga:Mahasiswa Farmasi UMRI Tanamkan Semangat Bela Negara kepada Anak Panti Asuhan As Salam Nur Hidayah Pekanbaru
Untuk meningkatkan partisipasi peserta, mahasiswa juga mengadakan kuis berhadiah yang disisipkan di sela-sela kegiatan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan seputar materi mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan tersebut disambut meriah oleh para peserta yang berlomba-lomba mengangkat tangan untuk memberikan jawaban terbaik.
Ketua kelompok kegiatan menegaskan bahwa edukasi mengenai bahaya radikalisme sangat penting diberikan kepada remaja sebagai generasi penerus bangsa.
“Remaja saat ini hidup di era digital yang memungkinkan informasi menyebar dengan sangat cepat. Karena itu, kemampuan untuk menyaring informasi dan memahami nilai-nilai toleransi menjadi hal yang sangat penting agar tidak mudah terpengaruh oleh paham yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” ujarnya.
Baca juga:Mahasiswa FEB UMRI Sosialisasi Bela Negara Era Modern di SMKN 7 Pekanbaru
Salah seorang peserta mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari karena sebagian besar remaja saat ini aktif menggunakan media sosial.
“Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih memahami pentingnya berhati-hati dalam menerima informasi dan tidak mudah percaya dengan hal-hal yang belum jelas kebenarannya,” ungkapnya.