KOTO BENAI, datariau.com - Sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 79 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyelesaikan pembangunan jembatan pendek berbahan semen yang menjadi penghubung antarparit di Desa Koto Benai.
Pembangunan fasilitas sederhana tersebut dilakukan sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang lebih aman dan nyaman untuk menunjang mobilitas sehari-hari.
Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi parit dengan kondisi yang cukup berisiko, terutama ketika musim hujan. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa KKN Kelompok 79 UMRI untuk menjadikan pembangunan jembatan sebagai salah satu program kerja fisik selama melaksanakan pengabdian di tengah masyarakat.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Gelar Program Apoteker Cilik di Desa Koto Benai, Kenalkan Penggunaan Obat yang Aman Sejak Dini
Pengerjaan jembatan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan anggota Kelompok 79 KKN UMRI secara gotong royong. Tahapan pekerjaan dimulai dari perataan tanah, pembuatan cetakan, hingga proses pengecoran semen.
Semangat kebersamaan terlihat selama proses pembangunan berlangsung. Para mahasiswa bersama-sama mengerjakan setiap tahapan pembangunan hingga jembatan tersebut dapat digunakan oleh masyarakat.
Menariknya, sebagai penanda kenang-kenangan sekaligus jejak pengabdian mahasiswa di Desa Koto Benai, pada permukaan semen jembatan tersebut diukir tulisan "KKN UMRI 2026". Selain itu, terdapat pula cetakan tapak tangan para mahasiswa yang menjadi simbol keterlibatan mereka dalam pembangunan fasilitas tersebut.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Gelar Program Apoteker Cilik di Desa Koto Benai, Kenalkan Penggunaan Obat yang Aman Sejak Dini
Ketua Kelompok KKN 79 UMRI mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kebutuhan fasilitas umum masyarakat Desa Koto Benai.
"Pembangunan jembatan kecil ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap fasilitas umum di Desa Koto Benai. Kami berharap akses penyeberangan ini memudahkan mobilitas warga dan dapat dirawat bersama secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia berharap keberadaan jembatan tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UMRI yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca juga:Disebar ke Semua Media Sosial, Ribuan Berita KKN Mahasiswa di Data Riau Cepat Viral
Pemerintah desa bersama warga Desa Koto Benai pun menyambut positif program tersebut. Kehadiran mahasiswa KKN UMRI dinilai tidak hanya memberikan kontribusi melalui kegiatan edukatif dan sosial, tetapi juga menghadirkan pembangunan infrastruktur sederhana yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Pembangunan jembatan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa program KKN tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk peka terhadap kebutuhan masyarakat serta mampu memberikan solusi nyata sesuai kondisi di lapangan.
Kegiatan pembangunan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh anggota Kelompok 79 KKN UMRI di atas jembatan semen yang telah selesai dikerjakan. Foto tersebut diabadikan dengan latar belakang tulisan ikonik Desa Koto Benai sebagai dokumentasi sekaligus kenang-kenangan atas pengabdian mahasiswa UMRI di desa tersebut.***