SMM PANEL INDO

Mahasiswa KKN UMRI Gelar Program Apoteker Cilik di Desa Koto Benai, Kenalkan Penggunaan Obat yang Aman Sejak Dini

datariau.com
105 view
Mahasiswa KKN UMRI Gelar Program Apoteker Cilik di Desa Koto Benai, Kenalkan Penggunaan Obat yang Aman Sejak Dini
Foto: Ist.
Upaya meningkatkan literasi kesehatan sejak usia dini dilakukan melalui program Apcil yang digelar di Desa Koto Benai, Rabu, 2 September 2026.

KUANTAN SINGINGI, datariau.com - Upaya meningkatkan literasi kesehatan sejak usia dini dilakukan melalui program Apoteker Cilik (Apcil) yang digelar di Desa Koto Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu, 2 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah kelompok bermain (KB) dan taman kanak-kanak (TK) sebagai peserta.

Program Apcil dirancang sebagai kegiatan edukatif dan interaktif untuk mengenalkan profesi apoteker sekaligus memberikan pemahaman dasar kepada anak-anak mengenai pentingnya menggunakan obat secara aman dan benar.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai obat, tetapi juga diajak berperan sebagai "duta kesehatan" di lingkungan keluarga maupun sekolah. Dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan, materi disampaikan agar mudah dipahami sesuai dengan usia peserta.

Baca juga:Mahasiswa KKN 14 UMRI Gelar Apoteker Cilik, Anak-anak SDN 013 Pulau Tengah Antusias Belajar Mengenal Obat dan Mengisi Kapsul


Salah satu materi utama yang diperkenalkan adalah prinsip DAGUSIBU, yakni Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar. Anak-anak diberikan pemahaman mengenai pentingnya mendapatkan obat dari sumber yang tepat, menggunakan obat sesuai aturan, menyimpan obat dengan baik, serta membuang obat secara benar.

Selain DAGUSIBU, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan ringan. Materi ini diharapkan dapat membekali anak-anak dengan pengetahuan dasar ketika menghadapi kejadian ringan di lingkungan sekolah maupun rumah.

Peserta juga dikenalkan dengan pemilahan jenis obat, khususnya perbedaan antara obat bebas dan obat keras. Edukasi tersebut diberikan dengan bahasa sederhana agar anak-anak dapat memahami bahwa tidak semua obat dapat digunakan secara sembarangan dan penggunaan obat tertentu harus mengikuti aturan serta petunjuk tenaga kesehatan.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 21 Edukasi DAGUSIBU di Ponpes Ulya Lil-Mukorobin, Bekali Siswa Kelola Obat dengan Aman


Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Metode tersebut diharapkan dapat membuat materi kesehatan lebih mudah diingat sekaligus menumbuhkan rasa peduli terhadap kesehatan sejak usia dini.

Melalui program Apoteker Cilik, anak-anak diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga mampu menyampaikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada orang tua, saudara, dan teman-temannya.

Program ini menjadi salah satu langkah edukatif dalam membangun kesadaran kesehatan di tengah masyarakat, khususnya melalui pendekatan kepada generasi usia dini. Pengenalan penggunaan obat yang tepat sejak kecil diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif dan mencegah kesalahan dalam penggunaan obat di kemudian hari.

Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah

Penulis
: Annisaul Hanifa
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)