SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi bertema anti-bullying kepada siswa SDN 10 Desa Gabung Makmur, Kabupaten Siak, Senin (24/8/2026).
Kegiatan tersebut diikuti siswa kelas 4 hingga kelas 6 SDN 10 Desa Gabung Makmur dan didampingi para guru. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Dimas Ardhika Rifa’i, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Rohmat, S.Pd. Setelah itu, kegiatan memasuki sesi utama berupa penyampaian materi anti-bullying oleh Aditya Noor Marshall dan Ayu Indah Rahmadani selaku perwakilan mahasiswa KKN UMRI.
Baca juga:Kelompok 21 KKN UMRI Latih Ibu-ibu PKK Olah Minyak Jelantah Menjadi Sabun
Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti, merendahkan, mengintimidasi, atau membuat orang lain merasa tidak nyaman. Perilaku tersebut dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari tindakan fisik, perkataan, hingga tindakan sosial.
Para siswa diberikan sejumlah contoh bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, seperti mengejek nama atau fisik teman, memberikan julukan yang tidak disukai, mengucilkan teman dari pergaulan, mendorong atau memukul, hingga menyebarkan perkataan yang dapat menyakiti perasaan orang lain.
Mahasiswa KKN juga mengingatkan para siswa bahwa candaan yang dianggap lucu oleh seseorang belum tentu menyenangkan bagi orang lain. Karena itu, siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam berbicara maupun memperlakukan teman.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 21 Ajak Anak TK Nurul Huda Sulap Limbah Plastik Jadi Karya Mozaik
Selain membahas bentuk-bentuk bullying, materi juga menekankan dampak yang dapat dirasakan oleh korban. Bullying dapat membuat seseorang merasa sedih, takut, minder, kehilangan rasa percaya diri, bahkan enggan datang ke sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak siswa untuk berani mengatakan “tidak” terhadap tindakan bullying. Siswa juga diarahkan untuk segera melaporkan kepada guru, orang tua, atau orang dewasa yang dipercaya apabila mengalami ataupun melihat tindakan bullying.
Sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan siswa melalui sesi tanya jawab, contoh kasus sederhana, serta diskusi mengenai perilaku yang baik dan tidak baik dilakukan terhadap teman. Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan yang diberikan dan menyampaikan pendapat mengenai cara berinteraksi yang baik dengan teman di lingkungan sekolah.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Mahasiswa KKN UMRI turut mengajak para siswa menerapkan sikap saling menghargai, membantu teman yang mengalami kesulitan, tidak membeda-bedakan teman, serta membangun pertemanan yang positif.
Raudia Rahmadani Putri mengatakan edukasi mengenai anti-bullying penting diberikan sejak dini agar siswa memahami batasan dalam berinteraksi dan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa dapat memahami bahwa setiap perkataan dan tindakan memiliki dampak bagi orang lain. Kami ingin mengajak mereka untuk saling menghargai, tidak mengejek atau menyakiti teman, serta berani melapor kepada guru jika melihat atau mengalami bullying,” ujar Raudia.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Menurutnya, pencegahan bullying bukan hanya menjadi tanggung jawab korban maupun pelaku, tetapi membutuhkan kepedulian bersama antara siswa, guru, orang tua, dan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN UMRI berharap siswa SDN 10 Desa Gabung Makmur semakin memahami pentingnya saling menghargai dan menjauhi segala bentuk bullying.
Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan nyaman bagi seluruh siswa. Dengan demikian, setiap anak dapat belajar, berinteraksi, dan berkembang tanpa rasa takut maupun tekanan dari lingkungan sekitarnya.***