SMM PANEL INDO

Mahasiswa KKN 14 UMRI Gelar Apoteker Cilik, Anak-anak SDN 013 Pulau Tengah Antusias Belajar Mengenal Obat dan Mengisi Kapsul

datariau.com
39 view
Mahasiswa KKN 14 UMRI Gelar Apoteker Cilik, Anak-anak SDN 013 Pulau Tengah Antusias Belajar Mengenal Obat dan Mengisi Kapsul
Foto: Ist.
Mahasiswa KKN Kelompok 14 UMRI menggelar kegiatan Apoteker Cilik di SDN 013 Pulau Tengah, Rabu (2/8/2026).

PANGEAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 14 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar kegiatan Apoteker Cilik di SDN 013 Pulau Tengah, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, Rabu (2/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk edukasi kesehatan yang ditujukan kepada anak-anak sekolah dasar. Melalui kegiatan yang dikemas secara interaktif dan menyenangkan, mahasiswa KKN UMRI mengenalkan dunia kefarmasian, khususnya profesi apoteker serta pengetahuan dasar mengenai obat.

Kegiatan Apoteker Cilik turut melibatkan Puji dan Dhea, mahasiswa KKN UMRI dari jurusan Farmasi. Keduanya memberikan edukasi mengenai obat dengan menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami oleh peserta.

Materi yang diberikan mencakup pengertian obat, berbagai bentuk sediaan obat, fungsi obat, hingga pentingnya menggunakan obat sesuai aturan. Anak-anak juga diberikan pemahaman bahwa obat tidak boleh digunakan secara sembarangan dan penggunaannya harus memperhatikan aturan serta petunjuk tenaga kesehatan.



Tidak hanya melalui penyampaian materi, mahasiswa juga mengajak peserta mengikuti praktik sederhana berupa simulasi pengisian cangkang kapsul menggunakan tepung.

Tepung digunakan sebagai bahan simulasi agar anak-anak dapat memperoleh pengalaman langsung mengenal proses pengisian kapsul. Dengan didampingi mahasiswa KKN, peserta mencoba memasukkan tepung ke dalam cangkang kapsul secara perlahan hingga kapsul dapat ditutup.

Praktik tersebut mendapat respons positif dari anak-anak. Mereka terlihat antusias dan penasaran saat memperoleh kesempatan untuk mencoba sendiri proses pengisian kapsul.

Puji dan Dhea kemudian menjelaskan bahwa kegiatan tersebut hanya merupakan simulasi edukatif. Kapsul yang telah diisi dengan tepung tidak untuk dikonsumsi.

Anak-anak juga diberikan pemahaman bahwa proses pembuatan maupun penggunaan obat yang sebenarnya harus dilakukan melalui prosedur yang tepat serta berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan.

“Kegiatan ini kami buat agar anak-anak tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mendapatkan pengalaman secara langsung. Dengan begitu, mereka dapat lebih mudah mengenal obat dan memahami bahwa obat tidak boleh digunakan sembarangan,” ujar Puji, mahasiswa KKN UMRI dari jurusan Farmasi.

Menurutnya, pendekatan praktik secara langsung diharapkan dapat membuat materi edukasi lebih mudah diterima oleh anak-anak. Selain mengenalkan obat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan profesi apoteker sejak usia dini.

Melalui kegiatan Apoteker Cilik, mahasiswa KKN Kelompok 14 UMRI berharap anak-anak dapat memiliki pengetahuan dasar mengenai penggunaan obat secara aman sekaligus mengenal peran tenaga kefarmasian di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan anak-anak terhadap dunia kesehatan. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, edukasi mengenai kesehatan dinilai dapat menjadi lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Antusiasme anak-anak sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan pendekatan sederhana, interaktif, dan menyenangkan sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta.***

Penulis
: Mutia Dwi Saharani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)