SMM PANEL INDO

Kelompok 21 KKN UMRI Latih Ibu-ibu PKK Olah Minyak Jelantah Menjadi Sabun

datariau.com
88 view
Kelompok 21 KKN UMRI Latih Ibu-ibu PKK Olah Minyak Jelantah Menjadi Sabun
Foto: Ist.
Mahasiswa KKN Reguler Kelompok 21 UMRI menggelar pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah di Balai Desa Gabung Makmur, Ahad (30/8/2026).

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 21 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar pelatihan pembuatan sabun dari minyak jelantah di Balai Desa Gabung Makmur, Ahad (30/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu PKK serta perwakilan dari 12 RT yang ada di Kampung Gabung Makmur. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat terkait pengelolaan limbah rumah tangga.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara (MC), kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Kelompok KKN 21, Mukhti Zari Pertama, dan Penghulu Kampung Gabung Makmur, Pujito.

Baca juga:Edukasi Privasi Tubuh, KKN UMRI Kelompok 61 Bekali Siswa SDN 23 Kampung Bunsur Cara Melindungi Diri


Selanjutnya, Asty Hidayati menyampaikan materi mengenai pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk sabun yang memiliki nilai guna. Peserta diberikan pemahaman bahwa minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga masih dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat apabila dikelola dengan cara yang tepat.

Setelah pemaparan materi, peserta langsung mengikuti praktik pembuatan sabun. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok dan masing-masing kelompok mendapatkan pendampingan dari mentor, yakni Asty Hidayati, Salsanabila, dan Rivana Ardila.

Antusiasme peserta terlihat selama proses praktik berlangsung. Dengan pendampingan mahasiswa KKN, peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan sabun hingga berhasil menghasilkan sebanyak 44 sabun batang.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 57 Edukasi Siswa TK di Sungai Apit tentang Cara Sikat Gigi yang Baik dan Benar


Sabun yang dihasilkan dalam pelatihan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sabun untuk mencuci piring. Hasil praktik ini sekaligus menunjukkan bahwa limbah minyak jelantah dapat memiliki nilai guna apabila diolah secara kreatif dan tepat.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan minyak jelantah sekaligus mengurangi limbah rumah tangga. Selain memberikan solusi sederhana terhadap persoalan limbah, keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan masyarakat secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Ketua Kelompok 21 KKN UMRI, Mukhti Zari Pertama, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai program selama pelaksanaan KKN, tetapi dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Kampung Gabung Makmur.

“Kami berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Minyak jelantah yang biasanya dianggap sebagai limbah ternyata masih dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat,” ujar Mukhti Zari Pertama.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 104 Bantu Pemdes Genduang Sukseskan Rangkaian HUT RI dan Milad Desa


Menurutnya, pemanfaatan minyak jelantah menjadi sabun juga dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dengan keterampilan yang telah diperoleh, masyarakat diharapkan mampu mengurangi pembuangan minyak jelantah secara sembarangan sekaligus menghasilkan produk yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Penulis
: Rivana Ardila
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)