SMM PANEL INDO

KKN UMRI Kelompok 114 Latih Warga Desa Kuntu Olah Minyak Jelantah Menjadi Sabun

datariau.com
151 view
KKN UMRI Kelompok 114 Latih Warga Desa Kuntu Olah Minyak Jelantah Menjadi Sabun
Foto: Ist.
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 114 menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi bahan baku pembuatan sabun di Desa Kuntu, Rabu (2/9/2026).

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 114 menggelar pelatihan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi bahan baku pembuatan sabun di Desa Kuntu, Kecamatan Kampar Kiri, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut melibatkan ibu-ibu PKK dan masyarakat umum Desa Kuntu. Pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam mendorong kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mengenalkan potensi ekonomi dari limbah rumah tangga.

Minyak jelantah yang sudah digunakan berulang kali selama ini kerap dibuang begitu saja. Padahal, pembuangan minyak secara sembarangan dapat menimbulkan persoalan lingkungan. Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN mengajak masyarakat untuk mengubah limbah tersebut menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Baca juga:Kelompok 110 KATAMAS UMRI 2026 Dorong Pemanfaatan Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Bernilai Ekonomi


Dalam sesi penyampaian materi, mahasiswa KKN Kelompok 114 menjelaskan mengenai minyak jelantah, dampak pembuangannya terhadap lingkungan, serta berbagai potensi pemanfaatannya. Salah satu pemanfaatan yang diperkenalkan adalah mengolah minyak jelantah sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan sabun secara langsung. Mahasiswa KKN mendampingi peserta dalam setiap tahapan proses pengolahan sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat diterapkan secara mandiri.

Antusiasme peserta terlihat selama pelaksanaan praktik. Ibu-ibu PKK dan masyarakat mengikuti setiap tahapan dengan aktif dan menunjukkan ketertarikan terhadap cara mengolah minyak jelantah menjadi produk rumah tangga yang memiliki nilai guna.

Baca juga:Kelompok 21 KKN UMRI Latih Ibu-ibu PKK Olah Minyak Jelantah Menjadi Sabun


Melalui praktik langsung tersebut, masyarakat diharapkan dapat memiliki keterampilan baru dalam mengelola limbah rumah tangga. Keterampilan ini juga diharapkan dapat diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga minyak jelantah tidak lagi menjadi limbah yang dibuang sembarangan.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, pemanfaatan minyak jelantah juga dinilai memiliki potensi ekonomi. Sabun hasil olahan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual apabila dikelola secara lebih serius.

Penulis
: Mia Wahyu Kartika
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)