Keripik Pepaya Jadi Inovasi Mahasiswa Kukerta UNRI, Dorong UMKM Berbasis Potensi Lokal di Desa Bukit Kratai

datariau.com
49 view
Keripik Pepaya Jadi Inovasi Mahasiswa Kukerta UNRI, Dorong UMKM Berbasis Potensi Lokal di Desa Bukit Kratai

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 melaksanakan program pengolahan keripik pepaya sebagai upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di Desa Bukit Kratai, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Rabu (8/7/2026).

Program tersebut memanfaatkan buah pepaya yang melimpah di desa menjadi produk olahan bernilai tambah yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha rumah tangga maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Edukasi Warga Kampung Tengah Kelola Sampah, Bangun Kesadaran Jaga Lingkungan


Kegiatan diawali dengan memilih buah pepaya yang masih mengkal sebagai bahan baku utama. Selanjutnya, mahasiswa bersama masyarakat melakukan seluruh tahapan produksi mulai dari pengupasan, pengirisan, perendaman, penggorengan hingga proses pengemasan menjadi keripik pepaya yang siap dipasarkan dan dikonsumsi.

Selain memperkenalkan teknik pengolahan pangan, mahasiswa Kukerta UNRI juga memberikan pendampingan dalam pembuatan desain kemasan yang menarik dan lebih modern. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya tarik produk sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing di pasar.

Baca juga:Mahasiswa KKN FISIP UNRI Edukasi Pencegahan Stunting dan Bagikan PMT kepada 40 Balita di Rumbai Bukit


Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa program tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan potensi pertanian lokal yang selama ini belum dioptimalkan. Melalui inovasi sederhana, buah pepaya yang umumnya hanya dijual dalam kondisi segar dapat diolah menjadi produk dengan daya simpan lebih lama serta memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar.

"Kami ingin memperlihatkan bahwa komoditas lokal memiliki potensi besar apabila diolah secara kreatif. Keripik pepaya merupakan salah satu alternatif produk yang mudah dibuat, memiliki cita rasa khas, serta berpeluang menjadi produk unggulan desa," ujarnya.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI 2026 Kembangkan Lorong Hijau Berdaya Berbasis Potensi Lokal di Gang Belida Kelurahan Pangkalan Sesai


Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Bukit Kratai. Warga mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai teknik pengolahan hasil pertanian sekaligus peluang untuk mengembangkan usaha berbasis bahan baku yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Melalui pendampingan tersebut, masyarakat diharapkan mampu memproduksi keripik pepaya secara mandiri dengan kualitas yang baik, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga maupun kelompok usaha desa.

Baca juga:Edukasi Ramah Lingkungan, Mahasiswa KUKERTA UNRI Ajarkan Ibu PKK Mengolah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi


Program ini juga menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa Universitas Riau kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat langsung. Tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, kegiatan ini juga mendorong lahirnya inovasi ekonomi kreatif yang memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.

Ke depan, pengolahan keripik pepaya diharapkan terus dikembangkan sebagai salah satu produk unggulan Desa Bukit Kratai. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian lokal, memperkuat sektor UMKM, serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.***

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi PHBS di SDN Plus 006 Desa Muda Setia, Tanamkan Budaya Hidup Bersih Sejak Dini
Penulis
: Olivia Elsa Vilona
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)