DUMAI, datariau.com - Universitas Riau (UNRI) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tahun 2026. Tim dosen UNRI menggelar sosialisasi bertajuk "Penguatan Komunikasi Kesehatan Kader Posyandu dalam Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Berbasis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai Upaya Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan" di Posyandu Kerapu, Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau Tahun 2026 yang diketuai oleh Dr. Nova Yohana, S.Sos., M.I.Kom. Tim pelaksana juga beranggotakan Dr. Rumyeni, S.Sos., M.Sc., Muhammad Nor, S.Si., M.T., Winda Ersa Putri, M.I.Kom., dan Mustaqim, S.Sos., M.Si.
Baca juga:Pengabdian Tim Dosen UNRI di Bengkalis: Elevasi Produk Lokal Madu Biene Menjadi Produk Komersial Unggulan
Program ini bertujuan memperkuat kapasitas kader Posyandu sebagai ujung tombak komunikasi kesehatan masyarakat dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), sekaligus mendukung pemenuhan hak anak untuk memperoleh lingkungan yang sehat dan aman.
Sosialisasi dihadiri Lurah Teluk Binjai Idris Sardi, S.H., M.IP., Ketua LPMK Kelurahan Teluk Binjai Adong, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta warga yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
Baca juga:Tim Dosen Muda FPK UNRI Melaksanakan Pengabdian di MTs Tahfizh Rabbaniy Pekanbaru
Dalam sambutannya, Lurah Teluk Binjai Idris Sardi mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian yang dilakukan Universitas Riau. Menurutnya, Teluk Binjai merupakan salah satu wilayah yang masih menghadapi persoalan DBD sehingga diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan.
"Kelurahan Teluk Binjai merupakan daerah yang memiliki masalah prioritas terkait Demam Berdarah Dengue. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Universitas Riau ini karena memberikan penguatan pengetahuan dan keterampilan kepada kader Posyandu agar mampu menjadi penggerak masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah DBD sejak dini," ujarnya.
Baca juga:LPPM UNRI bersama Mahasiswa Kukerta MBKM 10 SKS Lakukan Coaching Clinic ISPO di Rohul
Sebagai narasumber utama, Dr. Nova Yohana menjelaskan bahwa keberhasilan pencegahan DBD tidak hanya bergantung pada penyampaian informasi kesehatan, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan kader Posyandu dalam membangun komunikasi yang efektif, empatik, dan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Menurutnya, komunikasi kesehatan harus mampu mengubah informasi menjadi tindakan nyata melalui pendekatan yang sederhana, mudah dipahami, dan sesuai dengan kondisi masyarakat. Kader Posyandu tidak hanya berperan memberikan imbauan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat agar mau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara berkelanjutan.
Baca juga:Pengabdian
Kepada Masyarakat Dosen UNRI Bersama KKN Terintegrasi: Implementasi
Alat Pengendalian Gulma Berbasis Energy Terbarukan
"Kader Posyandu memiliki peran strategis sebagai edukator, penggerak, pemantau, sekaligus penghubung antara masyarakat dan fasilitas kesehatan. Melalui komunikasi yang tepat, kader dapat mendorong keluarga menerapkan kebiasaan hidup sehat secara konsisten sehingga anak-anak memperoleh hak atas lingkungan yang aman dan sehat," jelas Dr. Nova.
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, tim pelaksana memberikan pretest kepada peserta sebelum penyampaian materi dan posttest setelah sosialisasi selesai. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader Posyandu sebesar 24 persen setelah mengikuti kegiatan.
Baca juga:
Survei Pemetaan Udara di Desa Teluk Latak, Bengkalis oleh Tim Mahasiswa Kukerta dan Tim Dosen ABDIMAS Universitas Riau
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif, simulasi komunikasi antara kader dan masyarakat, serta praktik penyampaian pesan kesehatan. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi mengenai strategi komunikasi yang efektif dalam mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penyebaran DBD.
Melalui kegiatan ini, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau berharap kader Posyandu semakin percaya diri dan memiliki kemampuan komunikasi kesehatan yang lebih baik dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.