DEMA FIK UIN Suska Riau Taja Webinar Nasional Moderasi Beragama

datariau.com
688 view
DEMA FIK UIN Suska Riau Taja Webinar Nasional Moderasi Beragama

PEKANBARU, datariau.com - Konflik berkepanjangan atas nama agama sering kali terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Tentunya, insiden kekerasan atas nama agama suku, ras dan budaya tidak bisa dielakkan karena bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan budaya yang beraneka ragam.

Percikan kebencian, kekerasan, dan vandalism pasti terjadi karena ketersinggungan antar golongan. Jika tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi boom waktu yang sekali-kali dapat meledak dan menghancurkan tatanan masyarakat Indonesia yang sudah mapan.

Kehidupan bermasyarakat di Indonesia hendaknya dilandasi dengan rasa toleransi sebagai wujud saling menghargai keragaman manusia, mengingat semboyan negara kita adalah Bhinneka Tunggal Ika. Untuk menjembatani perbedaan tersebut dapat diupayakan melalui pendidikan agar tercipta kehidupan keberagamaan yang menimbulkan sikap saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.

Bersama dengan hal ini, maka Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) FTK UIN Suska Riau, DEMA FTIK UIN SI Samarinda dan DEMA FITK UIN Malang bekerja sama untuk mengadakan webinar terkait moderasi beragama dengan tema ?Moderasi Beragama itu Penting, Namun Moderasi Beragama Tanpa Pendidikan Akankah Tetap Moderat??

Webinar yang diadakan pada Sabtu, 21 Agustus 2021 pukul 9.00 WIB dihadiri masing-masing mahasiswa dari 3 PTKIN terkait, khususnya dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Jumlah peserta webinar lebih 200 peserta.

Dr Azni SAg MAg, Kepala Ma'had Al-Jami?ah UIN Suska Riau selaku narasumber pertama dalam webinar ini menuturkan, bahwa moderasi beragama adalah merupakan program yang ditetapkan oleh pemerintah guna meminimalisir terjadinya intoleransi, radikalisme, bahkan terorisme.

?Oleh sebab itu kita terutama dari kalangan mahasiswa, hendaklah menyampaikan program ini pada khalayak dan terus mendiseminasi program ini. Dengan demikian, teman-teman kita yang awam dalam hal ini bisa mengetahui, memahami, melaksanakan, dan menjadikan moderasi beragama sebagai pegangan, guna antisipasi konflik yang rentan terjadi pada Indonesia kita yang kaya akan keberagaman ini,? ungkapnya pada saat menyampaikan materi.

Selanjutnya hadir Redaktur JPAI UIN Malang, Benny Afwadzi MHum, selaku narasumber kedua pada webinar ini. Beliau menuturkan pahami Islam dengan baik, karena karakter Islam itu wasathiyah (pertengahan). Ketika anda memahami Islam dengan baik maka otomatis anda akan menjadi muslim yang berpijak pada prinsip wasathiyah, yaitu prinsip-prinsip yang pertengahan, tidak ekstrem kiri maupun ekstrem kanan.

?Harapan kita adalah supaya kampanye moderasi beragama dapat berjalan secara koheren di kalangan mahasiswa dan memberikan impact yang baik bagi pengembangan perguruan tinggi di masa yang akan datang,? ungkap Randi Muhammad Gumilang selaku Instruktur Nasional Moderasi Beragama UIN SI Samarinda sekaligus narasumber terakhir pada webinar moderasi beragama ini.

Secara garis besar, ketiga tokoh narasumber menyiratkan satu kesatuan inti yang sama. Moderasi tidak hanya milik satu agama, lebih tepatnya moderasi beragama lekat pada setiap agama. Dalam melangsungkan terjadinya moderasi beragama, terdapat tradisi beragama yang sudah berlangsung lama, dan pada setiap agama terdapat tradisi masing-masing.

Hadir sebagai sambutan penutup Dr Amira Diniaty MPd selaku WD III FTK UIN Suska Riau menyampaikan apresiasi dan dukungan dari pihak kampus atas kolaborasi para mahasiswa dari 3 PTKIN. (rls)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)