SIAK, datariau.com - Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai terus dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 26 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Tahun 2026.
Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi anti-bullying yang digelar di sejumlah sekolah di Kampung Bukit Harapan, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja KKN Kelompok 26 yang berfokus pada edukasi sekaligus pembentukan karakter siswa. Sosialisasi dilaksanakan di tiga sekolah, yakni SMPN 01 Kerinci Kanan pada Selasa, 4 Agustus 2026, SDN 04 Bukit Harapan pada Rabu, 5 Agustus 2026, dan MI As-Salaam Bukit Harapan pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Baca juga:KKN MAs 104 Hadirkan Bimbel Harapan Cerdas di Desa Bukit Harapan
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN memberikan pemahaman kepada para siswa tentang pentingnya mengenali, mencegah, dan menghentikan tindakan bullying, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan metode yang mudah dipahami siswa. Mahasiswa menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ejekan, penghinaan, pemberian julukan yang tidak disukai, pengucilan dari pergaulan, hingga perundungan melalui media digital.
Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai dampak yang dapat dialami korban bullying. Perundungan dapat membuat korban merasa sedih, takut, tidak percaya diri, tertekan, hingga merasa tidak nyaman berada di lingkungan sekolah.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 20 Pasang Plang Blok di Desa Lubuk Tilan
Karena itu, para siswa diajak untuk lebih berhati-hati dalam berucap maupun bertindak terhadap teman.
Mahasiswa KKN Kelompok 26 juga mengajak siswa untuk menjadi "teman yang baik", antara lain dengan saling menghargai, membantu teman yang mengalami kesulitan, tidak ikut melakukan bullying, serta berani melapor kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya apabila menemukan tindakan perundungan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi. Para siswa terlihat antusias mengikuti materi serta aktif menyampaikan pendapat dan pertanyaan.
Pendekatan tersebut diharapkan membuat pesan mengenai bahaya bullying lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 87 Hadirkan Pojok Baca Ekādaśa Aksara, Dorong Budaya Literasi di Desa Teberau Panjang
Sosialisasi anti-bullying di tiga sekolah ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata KKN Kelompok 26 UMRI dalam bidang pendidikan. Selain memberikan pengetahuan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menanamkan nilai kepedulian, empati, persahabatan, dan sikap saling menghormati sejak dini.
Melalui kegiatan ini, KKN Kelompok 26 UMRI berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap sesama serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying.
Semangat untuk saling menghargai diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. "Stop Bullying, Mulai dari Diri Sendiri, Ciptakan Sekolah yang Aman dan Nyaman."
Penulis: Kelompok 26 Mahasiswa KKN 2026 Universitas Muhammadiyah Riau