KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 110 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Tahun 2026 menggelar sosialisasi anti-bullying di SD Negeri 020 Tanjung Mas, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya bullying sekaligus pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh sikap saling menghargai.
Sosialisasi diikuti siswa-siswi SDN 020 Tanjung Mas dan berlangsung secara interaktif. Materi disampaikan oleh mahasiswa KKN, Reza Maulana, dengan menggunakan bahasa sederhana yang disesuaikan dengan usia para siswa.
Dalam pemaparannya, Reza menjelaskan pengertian bullying, bentuk-bentuk perundungan, dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban, serta berbagai contoh perilaku yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
KKN UMRI Kelompok 45 Kolaborasi dengan Tim Kesehatan Kampung Rempak Sukseskan BIAS di SDN 09 Rempak
Ia menekankan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik. Perilaku seperti mengejek, memberikan panggilan yang tidak disukai, mengucilkan teman, hingga bercanda secara berlebihan yang membuat orang lain merasa tidak nyaman juga merupakan tindakan yang harus dihindari.
“Bullying bukan hanya ketika kita memukul atau menyakiti teman secara fisik. Mengejek, memanggil teman dengan sebutan yang tidak disukai, atau sengaja membuat teman merasa malu juga bisa menyakiti perasaan. Jadi, sebelum bercanda kita harus memikirkan apakah teman kita merasa nyaman atau tidak,” ujar Reza Maulana.
Menurutnya, pemahaman mengenai bullying perlu diberikan sejak usia sekolah dasar. Dengan edukasi sejak dini, siswa diharapkan mampu mengenali perilaku perundungan, menghindarinya, serta berani mengambil sikap apabila melihat atau mengalami tindakan tersebut.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 21 Edukasi Anti-Bullying kepada Siswa SDN 10 Desa Gabung Makmur
Kepala SDN 020 Tanjung Mas, Ellidar Lina, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang digelar mahasiswa KKN Reguler 110 UMRI tersebut.
Ia mengakui bahwa perilaku bullying dalam bentuk sederhana masih ditemukan di antara siswa, seperti saling mengejek dan mengganggu teman. Karena itu, menurutnya, edukasi mengenai bullying sangat penting agar siswa memahami batas antara bercanda dan perilaku yang dapat menyakiti orang lain.
“Memang masih ada anak-anak yang melakukan bullying kecil-kecilan, seperti mengejek atau mengganggu temannya. Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap anak-anak bisa lebih memahami bahwa perilaku tersebut dapat membuat temannya merasa tidak nyaman,” ujar Ellidar Lina.
Baca juga:Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 04 Edukasi Siswa SMPN 03 Buantan Besar tentang Pergaulan Sehat
Pihak sekolah berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa, terutama dalam membangun kebiasaan saling menghormati, peduli terhadap teman, serta menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif.
Selain itu, para siswa juga didorong untuk tidak diam ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan bullying. Mereka diingatkan agar segera menyampaikan kejadian tersebut kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya.
Bagi mahasiswa KKN Reguler 110 UMRI Tahun 2026, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, mahasiswa juga berupaya menanamkan nilai-nilai sosial dan karakter positif kepada generasi muda.
Baca juga:Disebar ke Semua Media Sosial, Ribuan Berita KKN Mahasiswa di Data Riau Cepat Viral
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN 110 UMRI berharap siswa SDN 020 Tanjung Mas dapat memahami bahwa sekolah merupakan tempat untuk belajar, bermain, berteman, dan berkembang tanpa rasa takut akibat perundungan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama mahasiswa KKN Reguler 110 UMRI 2026 dan para guru SDN 020 Tanjung Mas sebagai dokumentasi rangkaian kegiatan.***