DATARIAU.COM - Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini menjadi salah satu fokus pengabdian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau Tahun 2026 di Desa Pulau Aro. Melalui program bertajuk Fun Learning Pemilahan Sampah, mahasiswa mengajak siswa SDN 010 Desa Pulau Aro belajar mengenal dan memilah sampah dengan cara yang interaktif dan menyenangkan, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini dikemas dengan konsep belajar sambil bermain menggunakan miniatur tempat sampah dan replika berbagai jenis sampah sebagai media edukasi. Metode tersebut dipilih agar materi mengenai pengelolaan sampah lebih mudah dipahami sekaligus mampu menarik minat belajar anak-anak.
Pada awal kegiatan, mahasiswa memberikan pemaparan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengenalkan jenis-jenis sampah, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga sampah kertas. Penjelasan disampaikan menggunakan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa dapat memahami karakteristik setiap jenis sampah dengan lebih mudah.
Baca juga:Kenali Potensi, Raih Impian: Mahasiswa KKN Bangsal Aceh Sosialisasikan Minat, Bakat, dan Cita-cita kepada Siswa SMPN 25 Dumai
Setelah penyampaian materi, siswa diajak mengikuti sesi praktik menggunakan miniatur tempat sampah yang telah dibedakan berdasarkan kategori. Berbagai replika sampah seperti sisa makanan, daun kering, botol plastik, kaleng, kardus, dan kertas bekas disiapkan sebagai media praktik.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa diminta memasukkan setiap replika sampah ke dalam tempat sampah yang sesuai. Aktivitas ini membuat siswa dapat belajar secara langsung mengenai pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya.
Suasana pembelajaran berlangsung penuh semangat. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi, praktik pemilahan sampah, hingga permainan edukatif dan kuis interaktif yang disiapkan oleh mahasiswa KUKERTA.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta UNRI Edukasi Daur Ulang Limbah Plastik, Siswa SDN 43 Bengkalis
Antusias Ubah Tutup Botol Jadi Gantungan Kunci
Pendekatan belajar sambil bermain membuat siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam menerapkan kebiasaan memilah sampah. Metode ini dinilai efektif untuk menanamkan nilai kepedulian lingkungan sejak usia sekolah dasar.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa juga mengajak para siswa membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya serta memilah sampah sesuai jenisnya sebagai langkah sederhana menjaga kebersihan lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.
Koordinator Mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau Desa Pulau Aro Tahun 2026, Albar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar edukasi mengenai pengelolaan sampah dapat diterima anak-anak dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.
"Kami ingin anak-anak memahami bahwa memilah sampah merupakan kebiasaan sederhana yang memiliki manfaat besar bagi lingkungan. Dengan media miniatur tempat sampah dan replika berbagai jenis sampah, siswa dapat belajar secara langsung sehingga materi lebih mudah dipahami dan diingat. Harapannya, kebiasaan baik ini dapat terus diterapkan, baik di sekolah maupun di rumah," ujar Albar.
Baca juga:Kolaborasi Tiga Kelompok KKN UNRI Gelar Seminar Pendidikan untuk Guru SD di Kecamatan Rangsang
Menurutnya, membangun kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting untuk menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini akan memberikan dampak positif dalam jangka panjang.