PEKANBARU, datariau.com-Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Sosial Program Studi Manajemen kelas 2A, 2B, dan 2C Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau melaksanakan kunjungan akademik ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pekanbaru, Senin (25/5/2026). Kegiatan ini bertujuan menambah wawasan mahasiswa mengenai sistem pembinaan anak, pendidikan, serta pengelolaan lembaga pemasyarakatan.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran lapangan yang dibimbing oleh dosen pengampu mata kuliah Kewarganegaraan, Zulhaida Endriani MS SH MH, serta didampingi Rosiana SAg MAg. Rombongan berangkat dari kampus pada pukul 08.00 WIB dan tiba di LPKA sekitar pukul 09.15 WIB.
Setibanya di lokasi, mahasiswa diarahkan untuk mengumpulkan telepon genggam sebelum memasuki area lembaga. Petugas LPKA kemudian memberikan pengarahan terkait tata tertib yang harus dipatuhi selama kunjungan, termasuk larangan membawa ponsel dan mengunggah wajah warga binaan ke media sosial sebagai bentuk perlindungan privasi.
Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berkesempatan melihat langsung berbagai fasilitas dan aktivitas warga binaan. Mereka diperlihatkan jadwal kegiatan harian yang tersusun secara disiplin mulai dari bangun pagi, ibadah, olahraga, kegiatan pendidikan, hingga pembinaan keagamaan dan keterampilan.
Rombongan juga meninjau area dapur dan ruang makan warga binaan. Petugas menjelaskan bahwa menu makanan telah diatur secara bergilir untuk memenuhi kebutuhan gizi para warga binaan, termasuk pelayanan khusus bagi mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Selain itu, mahasiswa melihat berbagai fasilitas pendukung seperti lapangan olahraga, ruang kelas, dan Klinik Pratama. Di ruang kelas, warga binaan mengikuti program pendidikan Paket A, B, dan C sebagai upaya memastikan hak mereka dalam memperoleh pendidikan tetap terpenuhi selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan dilanjutkan di aula utama yang dihadiri sekitar 29 warga binaan. Dalam kesempatan tersebut, Kepala LPKA Kelas II Pekanbaru, Dadang Firmansyah AMdIP SH MH, menyampaikan materi mengenai sistem pembinaan yang diterapkan di lingkungan LPKA.
Menurut Dadang, pembinaan di LPKA berlandaskan konsep pemasyarakatan yang menitikberatkan pada aspek hidup, kehidupan, dan penghidupan. Konsep tersebut bertujuan membentuk karakter, meningkatkan kemampuan bersosialisasi, serta memberikan keterampilan sebagai bekal masa depan bagi anak binaan.
“Pembinaan yang diberikan difokuskan pada empat kesadaran utama, yaitu kesadaran intelektual, kesadaran sosial, kesadaran beragama, dan kesadaran hukum. Melalui program ini, anak binaan diharapkan dapat memperbaiki diri dan siap kembali berintegrasi dengan masyarakat,” jelasnya.
Pada sesi tanya jawab, mahasiswa mengajukan sejumlah pertanyaan terkait kehidupan warga binaan, mulai dari masa pembinaan, jenis kasus yang paling banyak ditemui, hingga konsekuensi bagi warga binaan yang melanggar aturan. Pihak LPKA menjelaskan bahwa lama masa pembinaan bergantung pada putusan hakim, sementara kasus yang paling dominan berkaitan dengan perlindungan anak.
Kunjungan ditutup dengan sesi istirahat, salat, dan makan siang sebelum rombongan kembali ke kampus pada pukul 13.00 WIB.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman dan pemahaman baru mengenai pentingnya pembinaan, pendidikan, serta pembentukan karakter bagi anak yang sedang menjalani masa pembinaan. Kunjungan tersebut juga menjadi pengingat bagi generasi muda agar senantiasa menjaga pergaulan, menjauhi tindakan yang melanggar hukum, dan memanfaatkan masa muda untuk kegiatan yang positif demi masa depan yang lebih baik.*
*Mahasiswa Manajemen Kelas 2A Fakultas Ekonomi dan Sosial UIN Suska Riau