Anambas Cerdas Digital Resmi Diluncurkan, Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Kualitas Pendidikan di Wilayah Kepulauan

datariau.com
142 view
Anambas Cerdas Digital Resmi Diluncurkan, Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Kualitas Pendidikan di Wilayah Kepulauan

ANAMBAS, datariau.com - Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah kepulauan terluar terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui peluncuran program Anambas Cerdas Digital di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (29/10).

Program ini merupakan inisiatif Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company (KUFPEC), West Natuna Exploration Limited (WNEL), bersama SKK Migas. Dalam pelaksanaannya, program tersebut menggandeng Sekolah Guru Indonesia GREAT Edunesia Dompet Dhuafa dan Pandawa PR sebagai mitra pelaksana.

Peresmian program dilakukan langsung oleh Bupati Kepulauan Anambas, Dato' Aneng, didampingi jajaran pemerintah daerah. Turut hadir Wakil Bupati Raja Bayu Febri Gunawan, S.E., Sekretaris Daerah Sahtiar, S.H., M.M., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Tony Karnain, Ph.D., serta Anggota DPRD Dapil III Kabupaten Kepulauan Anambas, Ferdiansyah.

Dalam sambutannya, Dato' Aneng menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya.

"Terima kasih atas perhatian yang diberikan untuk wilayah kami. Semoga program kolaborasi ini berjalan lancar serta bisa memberikan manfaat yang signifikan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Kepulauan Anambas," ujarnya.

Perwakilan KUFPEC, Irwan Madelis, menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjalankan komitmen pengembangan masyarakat.

Menurutnya, peningkatan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi muda.

"Peningkatan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran menjadi investasi jangka panjang yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi muda secara luas. Karena itu kami memberikan dukungan secara penuh terhadap program ini," paparnya.

Sementara itu, perwakilan manajemen WNEL, R.R. Purnarini Sabrina atau akrab disapa Puput, menilai tantangan pendidikan di wilayah kepulauan membutuhkan perhatian serta komitmen kerja sama dari berbagai pihak.

Salah satu upaya yang perlu diperkuat adalah pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran di sekolah.

"Melalui program ini, kami berharap dapat mendukung peningkatan kapasitas pendidik agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan," jelasnya.

Dari mitra pelaksana, Deputi Direktur 1 Program Pendidikan Dompet Dhuafa, Mulyadi Saputra, hadir mewakili Sekolah Guru Indonesia yang berada di bawah pengelolaan GREAT Edunesia Dompet Dhuafa.

Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas dan keteladanan guru. Menurutnya, tantangan digitalisasi bukan hanya menyediakan perangkat teknologi, tetapi juga memastikan tenaga pendidik mampu menggunakannya secara tepat.

"Dompet Dhuafa melalui Sekolah Guru Indonesia GREAT Edunesia meyakini bahwa kunci utama transformasi pendidikan bermula dari kualitas dan keteladanan para guru. Di era digitalisasi saat ini, tantangan terbesar kita bukan sekadar menghadirkan perangkat teknologi, melainkan bagaimana membangun kapasitas guru agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, kreatif, dan berkarakter," terang Mulyadi.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat keamanan, unsur kecamatan, kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta ratusan guru dan siswa yang menjadi peserta program.

Program Anambas Cerdas Digital mengusung tema "Empowering Teachers, Inspiring Students: Model Edukasi dan Regenerasi Generasi Cerdas Digital di Anambas".

Inisiatif ini dinilai relevan dengan kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Anambas yang memiliki tantangan tersendiri dalam pemerataan akses pendidikan dan pengembangan profesional tenaga pendidik.

Wilayah kepulauan kerap menghadapi keterbatasan akses terhadap peningkatan kompetensi guru. Selain itu, pemanfaatan pembelajaran berbasis digital di sejumlah sekolah juga dinilai belum optimal.

Tantangan tersebut turut tercermin dari indikator pendidikan yang menunjukkan rata-rata lama sekolah penduduk Anambas masih berkisar 7,7 hingga 7,9 tahun.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Anambas Cerdas Digital dirancang melalui tiga pilar utama, yakni penguatan literasi digital, pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara etis dalam pembelajaran, serta pengembangan ADAB Project, yaitu proyek pembelajaran berbasis karakter.

Pada tahap awal implementasi, program ini menyasar dua sekolah menengah di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Pertama, SMPN 1 Jemaja dengan sasaran 18 guru dan 63 siswa. Kedua, SMPN 2 Lembah Rewak yang melibatkan 12 guru dan 108 siswa.

Melalui skema pembinaan dan pengimbasan Roadshow Guru Pemimpin (RGP), para guru dari kedua sekolah tersebut dipersiapkan menjadi penggerak transformasi pembelajaran di lingkungan pendidikan masing-masing.

Para guru diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi pribadi, tetapi juga mampu menularkan pengetahuan dan keterampilan kepada tenaga pendidik di sekolah lain.

Dengan demikian, manfaat program diharapkan dapat menjangkau lebih luas serta mendorong lahirnya generasi muda Anambas yang cerdas digital, kreatif, inovatif, dan tetap memiliki karakter kuat.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)