Wabah Corona, Sekolah Libur 2 Minggu, Ini Tanggapan IRT di Pekanbaru

Datariau.com
504 view
Wabah Corona, Sekolah Libur 2 Minggu, Ini Tanggapan  IRT di Pekanbaru
Foto:Net

PEKANBARU, datariau.com - Pemerintah Pusat telah memutuskan untuk meliburkan sekolah terhitung sejak Senin (16/3/2020) selama 2 Minggu. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dihentikan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 yang sedang meneror Indonesia.


Hingga Jumat (20/3/2020) telah ada 2 pasien positif terinfeksi virus corona yang bertempat di Perumahan aur kuning, Kelurahan Air dingin, selain itu pasien berjenis kelamin laki- laki ini juga positif corona, pasien tersebut sempat di rawat di Rumah Sakit Arifin Achmad pada tanggal 13 Maret 2020 yang lalu. Salah satu tim medis yang bekerja di rumah sakit mengatakan, pasien tersebut ada riwayat perjalanan ke Malaysia sekitar dua minggu lalu.

 

Kemudian, Libur pelajar ini dilaksanankan di seluruh Pekanbaru dan Riau. Berikut tanggapan para ibu Rumah Tangga (IRT), saat anak-anak mereka diliburkan dari sekolah dan belajar di rumah.

Lutvi, seorang ibu rumah tangga (IRT) di Pekanbaru mengaku setuju atas kebijakan Pemerintah Pekanbaru meliburkan pelajar sekolah, untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun,ia juga merasa miris karena saat ini anaknya, putri sedang dalam persiapan UN SMP.

"Miris ya, karena anak saya sudah kelas 9, sebentar lagi ujian. Ujian kan harus memerlukan konsentrasi yang penuh, kalau dari online atau hp pikirannya kurang fokus jadi liburan, terus beralih main game buka sosial media, tapi walau bagaimana pun belajar online harus di ikuti," katanya.

Menurutnya, anak-anak belum memahami libur ini adalah untuk mencegah menyebarnya pandemi virus corona.


"Anak saya dilarang untuk bermain di luar rumah. Saya khawatir sekali, kita harus mejaga diri," katanya.

Selain ich, Lutvi juga memiliki anak yang berkuliah di luar negeri di kota Hangzhou, Tiongkok. Akibat wabah virus corona, anaknya tersebut harus pulang ke Indonesia  dan mejalani kuliah online.

Selain itu, Fitriani,ibu rumah tangga asal pekanbaru beralamat di jalan sepakat mengaku sependapat dengan pemerintah yang meliburkan  sekolah, karena virus corona ini dapat dengan cepat menular.

"Sebenarnya saya tidak melarang anak saya untuk bermain di luar rumah, hanya saja pengawasan yang lebih diperketat. Tapi nyatanya anak saya juga tahu apa yang harus dilakukan. Dia lebih memilih bermain game di dalam rumah daripada harus keluar," ujar Fitriani yang memiliki satu orang putra kelas 3 SD ini.

Sementara menurut Dewi, ibu rumah tangga asal Pekanbaru mengatakan, harus menjaga stamina daya tahan tubuh kepada keluarganya dengan menjaga kebersihan rumah, tubuh, mencuci tangan sebelum makan. "Saya mengurangi beli makanan dari luar," katanya.


Hal senada juga diungkapkan Intan, dirinya susah berkerja tak ada yang menjaga anak di rumah apa bila ia pergi berkerja kantor.


"Saya sedikit kesulitan untuk memantau anak-anak yang ada dirumah, sementara saya sibuk bekerja di kantor. Saya kesulitan memantau anak-anak saya yang ada di rumah, mereka terkadang menangis karena harus ada saya yang ikut menemani, terkadang kakak beradik tidak akur suka dan berkelahi yah, namanya kakak beradik, tetapi karena saya sibuk bekerja, membuat saya menjadi kepikiran di kantor, takutnya juga mereka keluyuran," katanya.

Menurutnya, lebih baik anak-anak itu diisolasi di lingkungan sekolah dan pihak sekolah melarang masuk bagi masyarakat yang bukan warga sekolah. Tentunya di pantau oleh instansi terkait.

"kami semakin khawatir kalau anak-anak tidak sekolah. Kalau mereka bosan malah buat anak-anak nekat jalan keluar dan pergi jauh main, sehingga kini yang kami takutkan bukan saja terkena corona tetapi bencana lain, apalagi sekarang musim penculikan anak-anak yang diambil organ tubuhnya untuk dijual keluar negeri," pungkasnya.(*)

*Penulis: Mahasiswa  Universitas Islam Riau, Kezia Natasya

Penulis
: Kezia Natasya
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)