Siswa SMAN 5 Pekanbaru Korban Bullying Mengadu ke Kantor Walikota

datariau.com
3.865 view
Siswa SMAN 5 Pekanbaru Korban Bullying Mengadu ke Kantor Walikota
Ilustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Kasus perundungan atau bullying terhadap pelajar oleh sesama temannya di sekolah terjadi di Kota Pekanbaru. Kali ini dialami Arkan Arafi (16), siswa kelas III (Kelas XII) SMA Negeri 5 Pekanbaru.

Tak tahan terus-terusan dirundung temannya, Arkan seorang diri mendatangi Kantor Walikota Pekanbaru untuk mengadukan nasibnya kepada Walikota Firdaus. Arkan mengaku teman-teman di sekolahnya memanggil dan menganggapnya gila. Akibat diperlakukan seperti itu, sudah tiga hari terakhir Arkan tidak mau masuk sekolah.

"Sudah tiga hari saya enggak masuk sekolah. Sering dibilang gila sama kawan-kawan," kata Arkan Arafi, Selasa (25/7/2017) di kantor Walikota.

Anak bungsu dari enam bersaudara ini masih tampak mengenakan segaram sekolahnya. Arkan pergi ke kantor Walikota seorang diri. Tidak ditemani orang tua maupun guru dari sekolahnya. "Ini inisiatif saya sendiri, sengaja nggak kasih tahu orang tua," imbuhnya.

Meski dirinya tidak pergi bersama dengan orangtuanya namun Arkan mengaku kasus yang menimpa dirinya tersebut sudah diketahui oleh keluarganya. "Bapak sudah tahu, katanya sabar saja dulu," ujarnya menirukan omongan sang bapak.

Arkan mengaku sudah menyampaikan kasus bully tersebut ke pihak sekolah yakni kepada wali kelasnya. Pelaku sebelumnya sempat ditegur namun belakangan ini kembali berulah lagi.

"Saya enggak tahan juga diejek-ejek terus, enggak ada lagi yang mau berkawan sama saya. Semua menjauh dari saya," katanya.

Niat siswa ini untuk bertemu walikota memang tidak kesampaikan. Setelah menunggu selama lebih kurang 30 menit Arkan kemudian didatangi oleh dua orang dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Dua orang pria ini mendapatkan kabar dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal terkait masalah tersebut. Abdul Jamal menyerahkan penanganan kasus ini karena saat ini SMA sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Riau.

"Saya tadi dihubungi Pak Jamal (Kadisdik Kota Pekanbaru). Sekarangkan kewenangan SMA sudah pindah ke provinsi. Makanya kasus ini coba kita tarik dulu, nanti kita carikan solusinya," kata Dedi Irawan Kasi UPTK SMA Dinas Pendidikan Provinsi Riau di kantor Walikota Pekanbaru saat menjemput siswa SMA 5 tersebut.

Dedi mengaku kasus ini tidak mungkin terjadi hanya terhadap satu siswa ini saja. Untuk pihaknya akan mendalami kasus ini untuk mengungkap motif yang sebenarnya. "Pasti ada pihak lain yang terlibat. Makanya nanti kita coba klarifikasi ke sekolahnya juga. Sementara anak ini kita 'tarik' dulu ke provinsi," ujarnya.

Saat ditanya apa langkah-langkah yang nanti akan diambil oleh Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Dedi mengaku belum mengetahuinya. Sebab dirinya hanya didapatkan tugas dari Kepala Dinas untuk menjemput siswa tersebut untuk dibawa ke Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

"Saya hanya ditugaskan untuk membawa siswa ini ke provinsi. Setelah itu nanti langsung pak kadis yang menyelesaikan. Pihak sekolah pasti akan kita panggil," pungkasnya.

Editor
: Windy
Sumber
: Cakaplah.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)