Khawatir Program Sekolah Tidak Berjalan, Ketua Komite Setujui Anak Yatim Tetap Bayar Uang Seragam

datariau.com
970 view
Khawatir Program Sekolah Tidak Berjalan, Ketua Komite Setujui Anak Yatim Tetap Bayar Uang Seragam
dok.
Mediasi anak yatim bernama Ari agar diringankan biaya sekolahnya di SMKN 1 Pasir Penyu, beberapa waktu lalu.

RENGAT, datariau.com - Ari, anak yatim dari ibu Nurhayati Lubis warga Kelurahan Tanah Merah yang sudah dimediasi oleh Bhabinkabtibmas Kelurahan Tanah Merah Bripka Hanif Ashar, namun Ari tetap diwajibkan membayar baju seragam dan iuran pembangunan tempat pakir dan penambahan daya listrik.

Kebijakan ini pun sudah disetujui Ketua Komite SMKN 1 Pasir Penyu. Karena menurutnya, apabila Ari tidak ikut membayar, dia khawatir program sekolah tidak berjalan mulus sebagaimana harapan SMKN 1 Pasir Penyu.

Ketua Komite SMKN 1 Pasir Penyu Agus Suprapto, dikonfirmasi pada Selasa (2/8/2016) mengatakan, bahwa persoalan seperti ini dimintanya tidak perlu diekspos di media massa.

"Sebenarnya hal seperti ini jangan diekspos, sebab dikhawatirkan program sekolah bisa tidak jalan, kalau satu dibantu ditakutkan akan ada lagi anak miskin yang lain," ujarnya.

"Terkait Ari anak Ibu Nurhayati Lubis bisa dikonsultasikan lebih lanjut kepada pihak sekolah. Hasil pertemuan kemaren bersama Bhabimkabtibmas dan pihak sekolah telah meringankan uang SPP, namun untuk pembelian baju senilai Rp 1.025.000, dengan 6 stel itu tidak bisa ditawar sebab keperluan itu kan untuk siswa itu sendiri," lanjutnya.

Demikian pula biaya lainnya, kata Agus, seperti biaya peningkatan halaman parkir dan biaya penambahan daya listrik yang kegunaannya untuk jaringan komputer, menurutnya semua itu untuk kebutuhan siswa dimaksud.

"Namun demikian masih terbuka lebar bagi pihak komite dan sekolah untuk memeberikan kesempatan meringankan biaya itu, namun hal ini seharusnya jangan sampai terekspos dulu, sebab kita khawatir program sekolah bisa tidak jalan," ucapnya mengulang.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Pasir Penyu Ahmad Bastari sampai saat ini masih belum bisa dikonfirmasi. Saat nomor ponselnya dihubungi sudah tidak aktif. Begitu pula dengan Kepada Dinas Pendidikan Inhu, H Ujang Sudrajat, juga belum bisa dimintai keterangan terkait adanya kejadian di SMKN 1 Pasir Penyu ini.

Penulis
: Heri
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)