Warga Desa Tarai Bangun Kecewa, Kualitas Raskin Sangat Buruk

datariau.com
1.273 view
Warga Desa Tarai Bangun Kecewa, Kualitas Raskin Sangat Buruk
Nova Rinaldo
Raskin di Desa Tarai Bangun.

TAMBANG, datariau.com - Hati Upik (45) warga desa Tarai Bangun berbunga-bunga saat mendengar beras miskin (raskin) untuk bulan ini sudah dapat diambil di rumah pak RT. Dengan bergegas diapun menjemput beras jatahnya sebagai orang tak mampu ke rumah pak RT dengan harga perkilo Rp. 1600,-. Namun saat dibuka karung beras tersebut, hatinya tercekat, berasnya agak kekuning-kuningan dan butirannya pecah-pecah serta banyak ampasnya.

Hal senada juga dialami Nur (43), beras yang diterimanya tidak bagus, karena banyak ampasnya dan pecah-pecah serta warnanya juga agak kekuning-kuningan. Nur protes pada pak RT-nya, karena biasanya beras yang diterimanya sangat baik dalam karung 50 kg, tapi dalam karung yang isinya 50 kg saat ini isinya beda.

"Biasanya pak, karung yang isinya 50 kg ini berasnya bagus, tapi saat ini isi beras yang 50 kg tak bagus, warnanya kekuning-kuningan, butirnya pecah-pecah dan banyak atahnya (ampasnya). Biasanya beras yang seperti ini ada di karung yang 15 kg pak, tidak di karung yang isinya 50 kg," ujarnya dengan kening berkerut, Senin (3/10/2016).



Dikatakan Nur, bagaimanapun beras tersebut tetap dipakainya dengan cara menampihnya dan mencuci bersih-bersih. Disebutkannya, akhir-akhir ini beras yang datang di desanya adalah beras dengan karung berisi 50 kg dengan kualitas baik berupa beras Vietnam, namun saat ini kualitasnya jauh menurun, bagaimanapun juga dia tetap bersyukur kepada pemerintah yang terus mengadakan program raskin untuk masyarakat miskin seperti dia.

Sementara itu staf kantor desa Tarai Bangun Muhibah mengatakan bahwa saat ini beras yang mereka terima dari kabupaten menurut keterangannya adalah beras dari daerah Lampung, karena di daerah tersebut yang ada stok beras.

"Selama ini beras miskin yang dibagi ke masyarakat adalah beras Vietnam yang kondisinya sangat bagus, namun saat ini beras yang kami terima dari kabupaten adalah beras yang berasal dari daerah Lampung," ujar Muhibah.

Pantauan datariau.com di tempat pendistribusian beras di kantor desa, terlihat beras dalam karung 50 kg itu berasal dari Metro, sebuah kota di provinsi Lampung, dan beras tersebut berwarna kekuning-kuningan, banyak ampas dan butirannya pecah-pecah.



Bagaimanapun juga masyarakat miskin tidak dapat mengelak untuk tidak  memanfaatkan beras yang diterimanya, karena mereka tak mampu membeli beras yang kualitas bagus dengan harga selangit.

Penulis
: Nova Rinaldo
Editor
: Zardi
Sumber
: datariau.com
Tag:tarai
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)