Tidak Seorangpun Kades yang Hadir, Rapat BKAD Pasir Penyu Inhu Batal

datariau.com
1.310 view
Tidak Seorangpun Kades yang Hadir, Rapat BKAD Pasir Penyu Inhu Batal
Heri
Rapat BKAD Pasir Penyu batal karena tidak seorang pun Kades yang hadir.

RENGAT, datariau.com - Rapat evaluasi program desa se kecamatan Pasir Penyu yang ditaja Badan Kerja Antara Desa (BKAD) gagal dilaksanakan karena 8 Kepala Desa yang diundang tidak hadir.

Ketua BKAD kecamatan Pasir Penyu H Seno Harto saat dikonfirmasi datariau.com di kantor PNPM mandiri, Senin (22/8/2016) mengatakan, rencana rapat evaluasi program Desa se kecamatan Pasir Penyu tidak jadi dilaksanakan.

"Gagalnya rapat, karena 8 Kades yang diundang satu pun tidak ada yang hadir, termasuk ketua forum kades. Yang datang dalam rapat hanya Sekdes, BPD, LPM dan Bendahara, sementara 8 Kades tidak ada yang hadir," ujarnya.

Rapat ini sesuai peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang peraturan pelaksanaan UU Nomor 6 Tahun 2014, Pasal 144, dengan poin-poinnya sebagai berikut:

1. Badan kerja sama antar desa terdiri atas:
A. Pemerintah Desa,
B. Anggota Badan Permusyawaratan Desa
C. Lembaga kemasyarakatan Desa
D. Lembaga Desa Lainnya dan
E. Tokoh Masyarakat dengan mempertimbangkan keadilan gender

2. Susunan organisasi, tata kerja dan pembentukan badan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan peraturan kepala desa.

3. Badan kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bertanggung jawab kepada kepala desa.

"Tidak hadirnya kades dalam undangan ini, berarti tugas saya selaku BKAD kecamatan Pasir Penyu sudah lepas," Sebut H Seno Harto.

Saat ditanya mengenai permasalahan yang terjadi di Desa Air Molek II, dikatakan Seno bahwa sebenarnya jika para kades datang rapat akan dibahas, namun Kades tidak ada yang datang.

"Jadi permasalahan di desa Air Molek II saya selaku BKAD sudah tidak lagi mau tahu," sesalnya.

Ditanya apakah akan diagendakan lagi rapat ulang, Seno menegaskan bahwa tidak akan ada lagi rapat ulang untuk membahas perihal yang kini panas di Desa Air Molek II terkait pertanyaan warga dengan sejumlah proyek menggunakan ADD.

"Biarkan saja para kades menjalankan apa yang mereka mau," singkat H Seno Harto.

Sementara itu, Ketua Forum Kades Hepyy saat dikonfirmasi melalui selulernya dengan nomor 08520769xxxx tanda panggilan masuk pertama kali ditelepon terdengar, namun pada panggilan kedua handphone langsung tidak aktif aktif lagi.

Data yang terhimpun, undangan rapat sebanyak 40 undangan yang hadir hanya 20 orang tanpa seorang pun Kepala Desa, hanya perwakilan saja.

Padahal, dalam agenda rapat ini banyak yang akan dibahas persoalan yang ada di Desa, termasuk persoalan yang kini masih menjadi perbincangan panas di tengah masyarakat terkait dugaan sejumlah proyek di Desa Air Molek II menggunakan ADD tidak transparan dan juga adanya dugaan korupsi.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Tag:Air molek
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)