Program PTSL di Inhu Dinilai Janggal dan Diduga Ada Pungutan

datariau.com
2.596 view
Program PTSL di Inhu Dinilai Janggal dan Diduga Ada Pungutan
Ilustrasi.

RENGAT,datariau.com - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Inhu sebanyak 5000 bidang tanah (Persil) tahun 2017 sudah selesai dilaksanakan. Pada tanggal 15 Desember 2017 nanti pengambilan PTSL langsung diserahkan secara simbolis oleh Presiden RI Jokowi di Pekanbaru.

 

Namun seiring perjalanannya, dugaan dan kejanggalan akan program ini tersiar. Diduga ada pungutan dan kejanggalan adanya warga yang dapat lebih dari satu persil.

 

"Masyarakat banyak yang melapor kepada saya, bahwa untuk pengambilan PTSL dimintai biaya Rp 300 ribu untuk berangkat ke Pekanbaru, kalau itu kita tidak permasalahkan, yang tidak tahan ini pihak desa maupun kelurahan meminta tanda terimakasih pula kepada masyarakat dengan dipatokkan, ini kan sudah macam-macam namanya," terang Tokoh Masyarakat yang juga mantan Anggota DPRD Inhu, Hatta Munir kepada datariau.com, Selasa (12/12/2017).

 

Hatta meminta penegak hukum dapat usut desa dan kelurahan mana saja yang memperlakukan pungutan terkait pengambilan PTSL tersebut. Karena informasi ini sudah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

 

"Selain mengenai pungutan pengambilan PTSL, kita minta BPN Kabupaten Inhu dapat menyeleksi ulang penerima PTSL, karena banyak ditemukan warga yang mengurus PTSL sampai dua bidang tanah, apa ini yang disebut pemerataan, kalau pemerataan cukup 1 orang satu PTSL dan tidak harus dua," ulas Hatta Munir.

 

"Sebab masih banyak lagi masyarakat miskin atau kurang mampu yang inginkan program PTSL gratis dari pemerintah. Untuk itu kita minta BPN Kabupaten Inhu dapat mencoret warga PSTL yang  mengurus atau dapat dua bidang tanah," tutup Hatta Munir.

 

Sementara itu Kepala BPN Inhu, Azuar belum dapat dikonfirmasi, saat dihubungi selulernya sedang tidak aktif, pesan singkat SMS masih dalam posisi tunda. Tim masih mengupayakan untuk konfirmasi pada berita selanjutnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)