RENGAT, datariau.com - Tenaga honorer yang selama ini dinilai hanya datang ke kantor dan tidak maksimal dalam bekerja, harus siap-siap angkat kaki. Sebab, Pemkab Inhu ingin bersih-bersih tenaga honorer yang selama ini dinilai membebani anggaran.
Bersih-bersih THL Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hulu ini dijadwalkan dalam minggu ini. Penegasan evaluasai tenaga honorer disampaikan langsung oleh Plt Sekda Inhu Ir H Hendrizal MSi di depan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pembangunan (Bappedalibang) Inhu, Senin (16/1/2016) saat bincang dengan datariau.com sesaat akan menghadiri rapat.
"Sesuai arahan pak Bupati Inhu H Yopi Arianto SE dalam minggu ini Pemkab Inhu akan segera melakukan evaluasi tenaga honorer. Kita akan ambil tenaga yang benar-benar ekfetif berkerja. Dan bagi tenaga honorer yang tidak efektif tentu akan kita istrirahatkan dulu," terang Plt Sekda Inhu Ir H Hendrizal MSi.
Mengenai adanya informasi bahwa banyak para pegawai atau tenaga honorer yang bermain handphone di waktu jam kerja, seperti main game atau lainnya, Sekda menegaskan belum mendapat laporan terkait hal itu, namun jika ada bukti maka akan segera ditindaklanjuti.
"Ambil foto mereka yang sedang main game atau lainnya dan kasih ke saya, nanti akan kita ambil tindakkan terhadap pegawai maupun tenaga honorer yang bersangkutan," tegas Plt Sekda Inhu.
Ditambahkan Plt Sekda Inhu, menjelang evaluasi tenaga honorer di lingkup Pemkab Inhu, dia mengharapkan masukkan dari rekan-rekan media, LSM dan masyarakat untuk dapat memberikan informasi di OPD mana saja tenaga honorer yang tidak ekfektif dalam pelaksanaan tugas.
"Silahkankawan-kawan media, jika ada mendapat informasi yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, untuk melaporkan ke kita," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, seribuan pegawai tidak tetap atau tenaga harian lepas honorer yang bekerja di Kabupaten Indragiri Hulu dinilai sangat membebani APBD. Untuk itu diminta Pemkab Inhu mengurangi tenaga honorer tersbeut.
"Seharusnya untuk pengangkatan tenaga honorer tahun 2017 Pemkab Inhu harus melalui seleksi dengan tujuan untuk mendapatkan tenaga honorer yang benar-benar berkualitas dan mampu bekerja. Karena saat ini banyak para honorer di Pemkab Inhu yang kerjanya hanya datang dan duduk lalu mainan hendpone saja. Malah tak sedikit honorer yang diduga tidak bisa menggoperasikan komputer," kata Hensen, Seketaris LSM TOPAN-RI kepada datariau.com, Sabtu (14/1/2017) lalu.
Selaku masyarakat, kata Hensen, dirinya sangat menyesalkan dengan adanya pernyataan Bupati Inhu H Yopi Arianto yang disampaikan melalui Sekda Inhu di salah satu media bahwa Bupati Inhu masih tetap mempertahankan tenaga honorer di lingkup Pemkab Inhu.
"Memang sih tidak ada masalah, cuma kalau bisa itu dilakukan seleksi ulang. Banyaknya tenaga honorer di Pemkab Inhu ini diduga banyak dari kalangan keluarga pejabat-pejabat Inhu, dan banyak tenaga honorer ini juga hanya membuat para pegawai malas berkerja. Karena dari pantauan di kantor-kantor pemerintah beberapa tenaga honorer masuk kantor bukan berkerja tapi bermain handphone, dan ada juga pegawai datang masuk kantor hanya duduk dan bermain yang pekerjaan tenaga honorer," kata Hensen.