DURI, datariau.com - Kabar tidak sedap tentang pencemaran profesi wartawan kembali beredar. Beberapa bulan terakhir, beredar cerita miring soal oknum wartawan yang mengklaim diri sebagai adik Bupati Bengkalis, Amril Mukminin khususnya di Kota Duri, Kecamatan Mandau, Bengkalis dan juga diduga melakukan tindakan tidak terpuji dengan mengintimidasi sejumlah pejabat Kelurahan.
Hal tersebut selain membuat resah Aparatur Sipil Negara (ASN), wargapun juga semakin geram dengan ulah oknum wartawan tersebut. Sejumlah warga Mandau berencana akan mendatangi rumah kediaman Bupati Amril untuk menyampaikan ulah oknum wartawan tersebut.
"Sudah lama ini saya dengar, wartawan baru ini kalau datang ke kantor-kantor pemerintahan, selalu bawa-bawa nama Bupati Bengkalis, katanya saya ini adik Bupati Amril. Bahkan kadang terkesan mengintimidasi ASN atau pihak yang didatanginnya," ujar warga Duri yang akrab disapa Adek, Selasa (3/1/2017).
Saat ditanyakan, ASN mana saja yang merasa sudah terintimidasi oleh oknum wartawan tersebut, Adek menjawab sudah mayoritas.
Bahkan dengan kartu persnya tersebut, oknum ini juga menakut-nakuti ASN dengan ancaman akan mempublikasikan berita yang akan membuat ASN tersebut nantinya ditegur oleh Bupati Bengkalis.
"Kalau saya beberkan mana saja, pasti ASN yang bersangkutan tidak akan berkomentar jika dikonfirmasi. Sebab dia tidak mau berurusan dengan oknum wartawan yang membawa-bawa nama Bupati Amril ini. Tidak ingin bermasalah dengan keluarga Bupati yang nantinya akan berpengaruh pada jabatannya," ujar Adek lagi.
Terpisah, salah seorang dari kerabat Bupati Amril Mukminin, Halim Harrofie saat ditemui membenarkan adanya hubungan keluarga antara oknum wartawan dimaksud. Namun demikian, bukan berarti oknum wartawan ini bisa membawa-bawa nama Bupati untuk kepentingannya dalam tugasnya.
"Bupati Amril orangnya ramah dengan siapapun. Dia tidak akan segampang itu mencampuradukan urusan keluarga dengan pekerjaan. Apalagi seperti yang dilakukan oknum wartawan ini. Jika memang profesinya seorang jurnalis, maka jalankan saja profesi itu sesuai dengan kode etik jurnalis saja. Jangan mencatut nama Bupati untuk menakut - nakuti pejabat di lingkungan pemerintah Kecamatan Mandau ini," ungkap Halim.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang pemuda Kelurahan Balik Alam, yang juga akan memperjuangkan pejabat di lingkungan Kelurahan Balik Alam yang merasa terintimidasi oleh oknum wartawan yang selalu menyebut-nyebut dirinya kerabat dekat Bupati Amril.
"Ada beberapa hal permasalahan di Kelurahan Balik Alam ini yang berkaitan dengan oknum wartawan dimaksud. Jika nantinya akan berdampak pula dengan Lurah Balik Alam, maka kami pemuda beserta tokoh masyarakat akan menjumpai Bupati Amril Mukminin dan menyampaikan bagaimana etika oknum wartawan ini kepada tokoh masyarakat di Balik Alam," pungkas Romi.