Walikota Pekanbaru Kecewa, Pedagang Korban Kebakaran Tidak Mau Pindah

1.792 view
Walikota Pekanbaru Kecewa, Pedagang Korban Kebakaran Tidak Mau Pindah
Para pedagang ramayana.
PEKANBARU, datariau.com - Walikota Pekanbaru H Firdaus ST MT sangat menyayangkan sikap para pedagang yang bertahan untuk berjualan di pelataran parkir Plaza Sukaramai pasca terjadinya kebakaran beberapa waktu lalu.

Menurut Firdaus, pihaknya sudah berupaya untuk menawarkan lokasi penampungan sementara di bekas kantor Dinas Pertanian Provinsi Riau tak jauh dari bangunan Plaza Sukaramai, namun usulan tersebut justru ditolak oleh pedagang.

"Kalau sekarang semua menumpuk dan bertahan ingin berjualan di parkiran Pasar Sukaramai, tentu ini akan menjadi susah. Kalau tidak ada ruang bagi pembeli dan mereka jadi malas berbelanja ke penampungan sementara itu," terangnya, Ahad (20/12/2015).

Firdaus menjelaskan, bukan hanya sempit saja, tetapi bila sudah dilakukan perbaikan konstruksi bangunan pasar tentu akan ada mobil yang keluar masuk untuk membawa material bangunan.

"Alasan inilah, makanya kita menawarkan kantor bekas Dinas Pertanian Provinsi karena lokasinya lebih dekat dan cukup luas," imbuh walikota lagi.

Namun bila pedagang tetap tidak bersedia di lokasi yang ditawarkan, lanjut Walikota, para pedagang bisa memanfaatkan pasar tradisional yang ada sebagai tempat berjualan. Seperti Pasar Senapelan, pasar Sail atau Pasar Rumbai atau di belakang Giant Panam.

"Menurut informasi yang saya terima dari pengelola pasar Sukaramai, jumlah pedagang aktif dan menjadi korban kebakaran hanya 1000. Kalau hanya 1000 bisa ditampung sementara waktu di pasar Sail, Rumbai, belakang Giant dan Pasar Senapelan," papar walikota.

Disamping menerangkan jumah pedagang menjadi korban kebakaran hanya 1000, pengelola juga menjelaskan bahwa orang yang berjualan di 1300 kios bukan lebih dari itu sesuai isu yang berkembang yang mengatakan 1800 orang.

Jangan ketinggalan perkembangan berita ini. Klik (Disini) atau (Disini)

(syi)

Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)