Mitos atau Fakta: Benarkah Sapi dan Kerbau Marah Melihat Warna Merah?

datariau.com
55 view
Mitos atau Fakta: Benarkah Sapi dan Kerbau Marah Melihat Warna Merah?

DATARIAU.COM - Dalam budaya populer, mulai dari pertunjukan bullfighting (adu banteng) di Spanyol hingga cerita masa kecil, kita sering mendengar peringatan untuk tidak memakai baju warna merah saat berada di dekat sapi atau kerbau. Konon, warna merah memicu amarah hewan-hewan berkuku belah ini dan membuat mereka ingin menyeruduk. Namun, apakah klaim ini sesuai dengan sains, ataukah hanya mitos belaka? Yuk, simak fakta ilmiahnya berikut ini!

Fakta Sains: Sapi dan Kerbau Sebenarnya Buta Warna Parsial

Secara ilmiah, klaim bahwa sapi atau kerbau marah karena "warna merah" adalah mitos. Berdasarkan penelitian di bidang biologi visual hewan, sapi dan kerbau (termasuk dalam keluarga Bovidae) adalah makhluk dikromatik. Artinya, mata mereka hanya memiliki dua jenis reseptor warna (sel kerucut), berbeda dengan manusia yang memiliki tiga jenis (trikromatik).

Fakta Ilmiah: Sapi dan kerbau tidak memiliki reseptor untuk mendeteksi warna merah. Di mata mereka, warna merah tidak terlihat membara atau mencolok, melainkan tampak sebagai warna abu-abu, kekuningan, atau cokelat gelap.

Mengapa Sapi di Matador Menyerang Kain Merah?

Jika mereka tidak bisa melihat warna merah, mengapa banteng dalam pertunjukan matador selalu mengejar kain merah (muleta)?

Acara TV sains populer MythBusters pernah melakukan eksperimen untuk menguji hal ini. Mereka menempatkan tiga bendera dengan warna berbeda (merah, biru, dan putih) di dalam arena bersama seekor banteng.

Hasilnya menunjukkan:

* Banteng menyerang ketiga bendera tanpa memedulikan warnanya.

* Banteng baru akan menyerang dengan agresif ketika bendera tersebut digerakkan atau dikibas-kibaskan.

Jadi, yang memicu amarah dan insting menyerang mereka bukanlah warna kainnya, melainkan gerakan provokatif dari kain tersebut. Kain merah dipilih dalam tradisi matador lebih kepada alasan budaya dan estetika pertunjukan, serta untuk menyamarkan bercak darah hewan selama sirkus berlangsung.

Mengapa Sapi atau Kerbau di Sawah Bisa Mengejar Manusia?

Jika Anda pernah dikejar kerbau atau sapi saat memakai baju merah, itu adalah sebuah kebetulan. Ada beberapa faktor nyata yang membuat mereka menjadi agresif:

Gerakan Tiba-tiba

Sapi dan kerbau memiliki jarak pandang yang luas (hampir 360 derajat) tetapi kemampuan persepsi kedalamannya buruk. Gerakan mengejutkan atau berlari di dekat mereka akan dianggap sebagai ancaman.

Suara Bising

Hewan-hewan ini sangat sensitif terhadap suara frekuensi tinggi atau teriakan keras.

Naluri Protektif

Sapi induk yang sedang menjaga anaknya atau pejantan yang merasa wilayahnya terusik akan langsung bertindak agresif demi pertahanan diri.

Kesimpulan

Jangan ragu untuk memakai baju merah Anda saat berkunjung ke peternakan atau area persawahan. Sapi dan kerbau tidak akan peduli dengan warna pakaian Anda. Yang terpenting adalah tetap tenang, tidak membuat gerakan agresif yang mengejutkan, dan menjaga jarak aman agar mereka tidak merasa terancam.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)