PEKANBARU, datariau.com - Ratusan pedagang pusat perbelanjaan Plaza Sukaramai yang menjadi korban kebakaran mendatangi Kantor Walikota Pekanbaru untuk menyampaikan aspirasinya terkait penolakan mereka untuk direlokasi.
Ketua Pedagang Lantai Dasar Plaza Sukaramai Jasrul dalam orasinya mengatakan, bahwa setelah dua minggu pasca kebakaran, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru belum ada menunjukkan sikap perhatiannya terhadap musibah yang dihadapi para pedagang.
"Kami menilai Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang disediakan Pemko yang berada eks kantor Dinas Pertanian Provinsi Riau jauh dan dikhawatirkan tidak ada pembeli. Jadi kita hanya ingin berjualan di sekiling Plaza Sukaramai," ungkap Jasril.
Jasril juga menyayangkan sikap Walikota Pekanbaru yang tidak pernah menemui para pedagang untuk melihat kondisi mereka. Hal ini justru berbeda dengan Bupati Padang Pariaman. Dimana, dirinya ketika berada yang di luarkota menyempatkan datang melihat kondisi pedagang korban kebakaran.
"Pak Firdaus yang dekat tidak pernah datang untuk melihat dan menanyakan kondisi kami ini, sedangkan Bupati Padang Pariaman yang jauh di sana menyempatkan datang melihat kondisi kita sebagai bentuk perhatiannya," katanya dengan nada kecewa.
Menanggapi keluhan dan kekhawatiran pedagang, Walikota Pekanbaru Firdaus MT berjanji akan memaksa para pedagang untuk dipidahkan ke TPS yang telah direncanakan. Namun, bila pedagang tetap ingin berjualan di lokasi Plaza Sukaramai, maka harus tertib.
"Jika pedagang tidak mau direlokasi di TPS yang direncanakan sebelumnya, maka mereka harus tertib berjualan di sekitar Plaza Sukaramai, dengan catatan hanya boleh berjualan di Jalan Kopi dan Jalan Cokroaminoto, namun tidak akan dibenarkan untuk berjualan di Jalan Sudirman karena akan menimbulkan kemacetan," tegas Firdaus.
Firdaus juga menyebut, pihak pengelola akan membangun TPS bagi para pedagang karena di lokasi Jalan Kopi tidak memungkinkan menampung para pedagang.
"Kita bersama pengelola akan bangun TPS bagi para pedagang. Jadi kita minta tertib. Sedangkan untuk kapasitasnya lokasi penampungan hanya untuk 1.200. Maka disimpulkan satu pedagang untuk satu tempat bagi pedagang aktif," katanya.
Firdaus juga minta kepada pedagang untuk membantu pihak pengelola dalam mengawasinya orang berjualan di sana. Sehingga tidak ada pedagang baru yang masuk untuk berjualan.
"Yang jelas, kita membantu pedagang korban kebakaran ini. Jadi marilah sama-sama kita mengawasi. Jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi seperti ini dengan berjualan di sana," imbuhnya.
Sementara itu, Leni sebagai pihak pengelola mengaku kasihan kepada para pedagang. Pasalnya mereka baru terkena musibah, sehingga secara psikologis tidak mungkin dipaksa untuk dipindahkan.
"Kita hanya mengikuti keinginan pedagang, jadi sebelum TPS itu dibangun kita akan membiarkan mereka berjualan di sana. Yang jelas rencana pembangunan akan dibicarakan dan jika bisa bakal dilakukan dalam waktu dekat. Sedangkan gambarnya sudah disetui," ungkapnya.
Ketika ditanya berapa lamanya pembangunan, Leni mengaku akan koordinasi dengan tim. Sedangkan untuk ukuran TPS-nya direncanakan sebesar 2x2 meter.
"Ukuran TPS hanya 2x2 meter, kalau 3x3 meter dikhawatir tidak cukup dengan lokasi dan kapasitas jumlah pedagang sekitar 1.200 lebih. Yang jelas 1 pedagang untuk 1 orang. Sedangkan lokasi parkir akan dipindahkan ke eks kantor Dinas Pertanian Provinsi Riau. Hal ini yang perlu dibicarakan dengan Walikota," tutupnya.
Jangan ketinggalan perkembangan berita ini. Klik (Disini) atau (Disini)(syi)