Ruang VIV Kantor Walikota Pekanbaru Jadi Tempat Evakuasi Bayi

1.355 view
Ruang VIV Kantor Walikota Pekanbaru Jadi Tempat Evakuasi Bayi
Walikota saat ikut serta mempersiapkan ruangan evakuasi bayi dari kabut asap. (foto: safrina yanti)
PEKANBARU, datariau.com - Udara di Kota Pekanbaru kini berada pada level di atas Berbahaya. Kondisi ini dikarenakan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Pemko Pekanbaru pun melakukan evakuasi warga.

Saat ini memang yang dievakuasi masih bayi di bawah umur 6 bulan. Ruang VIV dan ruang makan para pejabat di Kantor Walikota Pekanbaru Jalan Jendral Sudirman, jadi lokasi sementara untuk evakuasi.

Kebijakan ini diambil Walikota Pekanbaru H Firdaus MT setelah meninjau langsung data penderita penyakit yang diakibatkan kabut asap di setiap puskesmas yang ada di Pekanbaru, hasilnya mengejutkan, sudah ribuan masyarakat terserang berbagai penyakit.

"Oleh karena itu kita tetapkan lantai tiga kantor Walikota yaitu ruang Aula, ruang VIP dan juga ruang makan sebagai tempat evakuasi untuk bayi berumur 6 bulan kebawah. Nantinya akan kita pastikan ruangan tersebut bebas dari asap dan dipastikan tak ada kebocoran," ujar Walikota, Selasa (29/9/2015).

Walikota menjelaskan saat ini Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Satpol PP dan juga bagian Umum Sekda Kota Pekanbaru melakukan pembenahan di seluruh ruangan tersebut.

"Nantinya akan ada arena bermain untuk bayi di sana, selain itu saat ini juga ditambahkan Standing AC di ruangan agar ruangan yang digunakan untuk evakuasi bayi ini benar-benar steril dari asap," jelas Walikota.

Lanjut Wako, tempat evakuasi ini dikhusukan bagi keluarga yang tidak mampu. Karena kuat dugaan saat ini seluruh bayi dari keluarga tidak mampu sudah terkena penyakit akibat asap, mengingat bagi keluarga tidak mampu tak ada menyediakan AC ataupun kipas angin.

"Oleh karena itu kita khususkan ruangan evakuasi ini untuk masyarakat yang kurang mampu," terangnya.

Selain itu, Wako juga menjelaskan ruangan ini sudah bisa ditempati sejak sore tadi. "Jadi bagi warga yang kurang mampu bisa langsung melapor ke Camat ataupun Puskesmas untuk diberikan rekomendasi. Selanjutnya bisa langsung datang ke kantor Walikota dan melakukan pendataan di Klinik Pemko dan untuk selanjutnya bisa menempati ruang evakuasi," ujar Walikota.

"Warga tak usah cemas, kita sudah minta camat siaga satu petugas untuk melayani masyarakat yang datang agar bisa langsung terkoordinir. Kita tidak mau ini dilama-lamakan, kasihan masyarakat apalagi bayi-bayi yang tak berdosa ini," jelas Wako.

Wako menjelaskan lagi nantinya Pemko juga akan menstanby kan dokter anak dan juga dokter umum di tempat evakuasi ini. "Kita juga menyediakan makanan untuk bayi, namun untuk ibu pendamping kita tidak menyediakan makanan. Jadi bisa dibawa dari luar makanan untuk ibu pendamping," ungkap Wako.

Disinggung sampai kapan tempat evakuasi ini disiapkan, Wako dengan tegas mengatakan ruang evakuasi ini akan ada sampai kabut asap benar-benar hilang. "Kita akan fokus mengenai hal ini, pokoknya kabut asap hilang ruangan evakuasi ini baru ditiadakan," tegasnya.

Terakhir Wako menyampaikan jika ruangan yang disediakan bisa menampung 300-400 bayi. "Kita lihat dulu bagaimana respon dari masyarakat, kalau memang ruangan masih banyak yang kosong mungkin bisa juga untuk evakuasi bayi diatas 6 bulan. Tapi itu nanti dulu, kita lihat bagaimana nanti. Pokoknya sore ini ruangan tersebut sudah bisa ditempati," tutupnya. (yan)


JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)