Penjualan BYD Atto 1 Anjlok: Dulu Ribuan Kini Hanya Terjual 26 unit

datariau.com
397 view
Penjualan BYD Atto 1 Anjlok: Dulu Ribuan Kini Hanya Terjual 26 unit
Foto: Indozone Otogaz
BYD Atto 1.

JAKARTA, datariau.com - BYD Atto 1 yang sebelumnya sukses menyandang status sebagai mobil listrik terlaris di Indonesia kini mengalami penurunan distribusi yang cukup drastis. Data wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer menunjukkan penjualan BYD Atto 1 pada Mei 2026 hanya mencapai 26 unit.

Padahal, sepanjang tahun 2025 lalu, mobil listrik berkapasitas lima penumpang tersebut tampil dominan di pasar kendaraan listrik nasional dengan total distribusi mencapai 22.582 unit. Capaian itu menjadikan Atto 1 sebagai salah satu model mobil listrik paling sukses di Indonesia.

Namun memasuki tahun 2026, tren penjualannya mulai menunjukkan perlambatan. Berdasarkan data wholesales Januari hingga Mei 2026, BYD Atto 1 tercatat mengirimkan total 7.867 unit ke jaringan dealer di seluruh Indonesia.

Pada Januari, distribusi masih berada di angka 3.361 unit dan meningkat menjadi 3.700 unit pada Februari. Akan tetapi, penurunan tajam mulai terlihat pada Maret yang hanya mencatatkan 672 unit. Angka tersebut kembali turun menjadi 108 unit pada April dan merosot hingga hanya 26 unit pada Mei 2026.

Penurunan drastis ini cukup mengejutkan mengingat pada awal tahun distribusi kendaraan tersebut masih konsisten berada di atas 1.000 unit per bulan.

Baca juga:Ternyata Ini Penyebab Harga Mobil Listrik BYD Atto 1 Bisa Terlalu Murah


Transisi Produksi Lokal Jadi Faktor Utama


Penurunan distribusi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan melemahnya permintaan pasar. Salah satu faktor yang kuat diduga menjadi penyebab adalah proses transisi dari kendaraan impor utuh atau Completely Built Up (CBU) menuju produksi lokal atau Completely Knocked Down (CKD).

Pada tahun 2025, BYD diketahui melakukan pengiriman unit secara besar-besaran dari luar negeri sejak peluncuran Atto 1 di Indonesia. Langkah tersebut membuat stok kendaraan di dealer melimpah dan mendorong tingginya angka wholesales.

Memasuki 2026, pabrikan asal Tiongkok itu mulai fokus mengoptimalkan operasional fasilitas perakitan lokal yang berlokasi di Subang, Jawa Barat. Pabrik tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi hingga 150 ribu unit per tahun.

Head of PR & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengakui adanya dampak transisi produksi terhadap angka distribusi kendaraan.

"Ya memang itu dampak dari transisi itu, mungkin itu bisa dibaca kenapa bisa ada shock, pengurangan yang cukup signifikan tersebut," ujar Luther Panjaitan di Hutan Kota by Plataran, Jakarta Pusat, dikutip detik.com, Jumat (12/6/2026).

Menurutnya, penurunan distribusi pada April dan Mei kemungkinan merupakan bagian dari strategi penyesuaian stok sekaligus proses perpindahan menuju produksi lokal yang lebih masif.

Baca juga:Deretan Motor Listrik Termurah OTR Riau 2026, Harga Mulai Belasan Juta Rupiah


Pabrik Subang Mulai Produksi Kendaraan


BYD juga mengungkapkan bahwa fasilitas produksi di Subang telah mulai menghasilkan kendaraan. Bahkan beberapa unit hasil produksi lokal sudah digunakan untuk kebutuhan test drive.

"Dan seperti kalian lihat ada beberapa kendaraan yang digunakan test drive sudah menggunakan kendaraan yang diproduksi di fasilitas tersebut," kata Luther.

Kehadiran pabrik tersebut menjadi bagian dari komitmen BYD dalam memenuhi kewajiban investasi sekaligus meningkatkan tingkat kandungan lokal pada produk-produknya yang dipasarkan di Indonesia.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)