Wacana Penyesuaian Prodi, Akademisi Sejarah UNRI Pertegas Posisi Sejarah

Oleh: Piki S. Pernantah*
datariau.com
130 view
Wacana Penyesuaian Prodi, Akademisi Sejarah UNRI Pertegas Posisi Sejarah
Piki S. Pernantah.

DATARIAU.COM - Peristiwa historis adalah memori kolektif yang mesti diingat dan diwariskan, sehingga akan memberi makna pada masa lalu, membentuk identitas dan nilai, serta mengubah cara pandang masyarakat terhadap dirinya dan daerahnya.

Di tengah wacana penyesuaian prodi yang berorientasi pada kebutuhan industri, posisi sejarah justru perlu ditegaskan dalam kerangka filosofis Pendidikan Nasional. Seharusnya kita semua sadar bahwa meminggirkan sejarah dapat berarti memudarkan identitas bangsa. Indonesia adalah bangsa yang besar dan bangsa para pejuang, akankah sejarah ini harus dihilangkan untuk generasi mendatang? Kehilangan sejarah artinya kehilangan tuntunan arah bangsa di masa depan.

Wacana ini harus direfleksikan lagi agar sejalan dengan tujuan Pendidikan Nasional, bahwasanya pendidikan itu sejatinya mendidik manusia agar berakhlak mulia, beriman, berkarakter, dan cerdas, bukan sekedar memenuhi kebutuhan pasar, sehingga membentuk manusia Indonesia yang sadar akan jati dirinya sebagai bagian dari bangsanya.

Yang mesti diperbarui adalah orientasi pendidikan agar lebih responsif terhadap kebutuhan zaman, sehingga keseimbangan antara pembentukan karakter dan kompetensi professional yang dibutuhkan saat ini menjadi faktor kunci lulusan.

Hal ini didukung juga oleh tujuan esensial dari Pembelajaran Sejarah sebagai ruang pembentukan kesadaran historis. Dimana sejarah bukan hanya sekadar pengetahuan masa lalu, melainkan medium refleksi bagi semua untuk memahami siapa kita, dari mana kita berasal, dan ke mana arah bangsa ini akan dibawa. Bukankah seharusnya demikian?

Baca juga:Refleksi Pendidikan Nasional: Antara Harapan dan Kenyataan

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)