Vaksinasi: Iya atau Tidak?

Ruslan
1.473 view
Vaksinasi: Iya atau Tidak?
Foto: Rahmadi
Rahmadi, Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa UIN Suska Riau Tahun 2019 dengan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau.

Ketika terjadinya vaksinisasi semua orang harus divaksin tanpa terkecuali. Namun tidak sedikit juga yang mengalami kematian setelah di vaksin atau mengalami hal lain nya yang berefek samping buruk, seperti timbulnya bintik-bintik merah pada tubuh orang yang di vaksin tersebut.

Faktanya, Gugus Tugas menyebutkan, 10,7% kasus terkonfirmasi positif Covid 19 menyerang kalangan lansia di atas 60 tahun, bahkan kelompok usia ini mencatat 48,8% kasus pasien meninggal dunia akibat Covid-19, dan menjadi kelompok usia dengan jumlah kasus meninggal dunia terbesar dibandingkan kelompok usia lainnya.

Dari total 37.154 pasien Covid 19 yang meninggal di Indonesia hingga 6 Maret 2021, sebanyak 18.131 adalah lansia. Artinya lansia memerlukan perhatian khusus agar terlindung dari berbagai risiko Covid-19. Salah satu caranya adalah dengan menjaga nutrisi harian serta pemberian vaksin bagi lansia.

Sekarang ini vaksin sudah sampai ke pelosok negeri sehingga hampir semua daerah di Indonesia akan selesai divaksin. Namun tidak sedikit juga di daerah-daerah tertentu ada juga masyarakat yang masih teguh pendiriannya untuk tidak mau divaksin.

Dilansir dari BBC, survei nasional oleh Kementerian Kesehatan RI melaporkan Aceh dan Sumatera Barat menjadi dua provinsi dengan jumlah penolak vaksin terbanyak di Indonesia. Persentase masyarakat Aceh yang mau divaksinasi sebesar 46 persen, sementara Sumatera Barat berjumlah 47 persen.

Bahkan, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Hanif, sampai mengatakan kampanye vaksinisasi Covid-19 jauh lebih susah dibanding proses distribusi dan penyimpanan vaksin.

Lebih dari 50 persen dari Aceh dan Sumatera Barat masyarakatnya tidak mau divaksin, ada beberapa hal yang mengakibatkan sebagian masyarakat tidak mau divaksin, diantaranya adanya isu atau keyakinan masyarakat setempat bahwa Covid-19 itu tidak ada.

Walaupun kita tau vaksin ini juga berefek samping namun pemerintah mengatakan efek samping dari divaksin hanyalah efek samping yang minim atau yang sewajarnya saja, sehingga pemerintah dan seluruh jajaran kesehatan meminta untuk dilakukannya vaksinisasi di seluruh Indonesia.

Tapi pada saat ini kita melihat orang yang sudah divaksin bukan berefek samping yang minim tetapi berefek samping yang bisa dikatakan harus di hindari, karena efek samping yang ditimbulkan vaksin ini berupa demam tinggi, timbulnya bintik-bintik merah pada tubuh dan ada juga saat ini yang memberitakan bahwasanya sebelum di vaksin baik-baik saja dan setelah divaksin tubuhnya mengalami lumpuh sebelah.

Penulis
: Rahmadi
Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)