Sandiwara Gencatan Senjata dan Perdamaian ala Israel-AS

Oleh: Casima
datariau.com
121 view
Sandiwara Gencatan Senjata dan Perdamaian ala Israel-AS
Ilustrasi. (Foto: Int.)

DATARIAU.COM - Gencatan senjata dan Board of Piece (BoP) yang dibentuk oleh AS menawarkan solusi untuk perdamaian Gaza. Apakah solusi ini sudah terwujud? Tentu belum!

Gencatan senjata dan BoP hanya dijadikan topeng untuk menutupi jiwa penjajah Israel-AS. Tidak pernah perdamaian terwujud jika dibentuk oleh penjajah. Umat Muslim sedang dipermainkan!

Kita harus marah, karena kita dipandang lemah oleh penjajah. Mereka semena-mena terhadap Muslim Gaza, membuat aturan lalu melanggarnya, sudah berapa ribu jiwa yang syahid oleh kekejaman penjajah Israel-AS ini.

Dunia terlalu naif, percaya dengan janji-janji gencatan senjata yang tak pernah terealisasikan. Perjanjian tersebut sengaja dibuat untuk dilanggar. Apakah kita tidak menyadari hal itu?

Pelanggaran gencatan tiada henti oleh penjajah Israel. Suara tembakan diarahkan ke tenda-tenda pengungsian warga Gaza di lingkungan Zaitoun, Tenggara Kota Gaza (8/2/2026 gazaupdate).

Tiga puluh tujuh anak Palestina telah tewas di jalur Gaza sejak awal tahun, akibat pelanggaran kesepakatan Gencatan Senjata oleh pihak Israel.

Penguasa negeri-negeri Muslim bergabung dan mendukung penuh As-Israel. Ini menunjukkan bahwa mereka tak punya nyali untuk melawan negara penjajah sekelas AS-Israel. Dengan alasan menjaga keamanan kawasan dan mencegah perang semakin meluas.

Dalam Islam, penguasa harus bersikap tegas, tidak boleh ada sikap toleran terhadap narasi gencatan senjata. Ketika ada kezholiman menimpa kaum muslimin, maka harus dilawan.

Satukan kekuatan, bukan dengan cara bergabung dan membuat perjanjian bersama penjajah. Sangat diperlukan kesatuan umat dalam politik dan kepemimpinan untuk melawan hegemoni penjajah kafir.

Dengan demikian umat dan juga para penguasa harus memahami pentingnya jihad dan mendorong bersatunya negeri-negeri muslim di bawah naungan Khilafah. Karena persoalan Palestina hanya bisa diselesaikan dengan jihad fii sabilillah, yaitu berperang. Jiihad ini wajib hukumnya bagi kaum Muslim, baik bagi penduduk Palestina, dan juga bagi umat Islam di wilayah lainnya.

Namun jihad tidak bisa dilakukan tanpa bersatunya Negeri Muslim yang dikomandoi oleh pemimpin. Oleh karena itu kita membutuhkan satu kepemimpinan yakni negara Khilafah yang akan menyatukan negeri-negeri Muslim dan menyatukan kekuatan untuk mengerahkan tentaranya berjihad membebaskan Palestina. Wallahu'alam bisshawab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)