Rumah Moderasi Beragama: Implementasi Toleransi Autentik atau Sekedar Intrik?

Oleh: E. Maznah Awiyah
datariau.com
2.056 view
Rumah Moderasi Beragama: Implementasi Toleransi Autentik atau Sekedar Intrik?

DATARIAU.COM - "Sejatinya toleransi di negeri ini baik-baik saja sejak dulu. Yang mayoritas, menghargai dan menghormati yang minoritas. Jika saja toleransi itu tidak ada, maka sudah sejak lama minoritas tidak akan pernah eksis di negeri ini" (Anonim)

Intermezo


Di era society 5.0 saat ini, salah satu narasi yang dijadikan sebagai solusi untuk menjaga trikerukunan lintas agama dalam masyarakat yang multikultural adalah moderasi beragama. Adapun Trikerukunan beragama itu adalah:

- Kerukunan antara umat beragama dan pemerintah

- Kerukunan internal umat beragama

- Kerukunan lintas umat beragama

Moderasi beragama adalah perspektif, attitude, dan perilaku keagamaan yang menekankan toleransi dan dialog antar lintas umat beragama.

Potensi konflik terkait isu agama, seringkali terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Kementerian Agama dalam hal ini berupaya untuk mencegah terjadinya hal tersebut dengan salah satu cara adalah melalui Rumah Moderasi Beragama (RMB) yang didirikan di beberapa kampus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sebagai terobosan besar untuk mewujudkan kerukunan beragama, [JawaPos.com (15/11)].

Populernya pendirian RMB ini menunjukkan bagaimana perspektif negara dalam menangani konflik yang krusial serta solusinya. Dikhawatirkan ide realisasi RMB ini malah semakin menegaskan rancangan moderasi beragama yang menjadi misi global dalam upaya menghalangi tegaknya Islam secara kaffah. Juga sekaligus merupakan upaya untuk menjauhkan umat Islam dari aturan-aturan agamanya karena prinsip yang diajarkan sangat kontradiksi dengan syariat Islam.

Hal ini tentu saja merupakan salah satu strategi dalam upaya menghancurkan umat Islam dari dalam. Mengubah perspektif muslim dalam menjalankan agamanya dengan menjadikan Islam sekadar ritual ibadah saja dan mengimplementasikan syariat Islam hanya dalam ruang lingkup kehidupan individu saja, tidak dalam kehidupan bermasyarakat apalagi kehidupan bernegara.

Definisi Rumah Moderasi Beragama


Dalam konteks Indonesia yang multikultural, RMB merupakan representasi dari suatu institusi atau lingkungan yang eksis mempublikasikan dan mempropagandakan value dari kebangsaan dan moderasi beragama.

Pengertian ini meliputi berbagai bentuk, mulai dari komunitas informal yang dibangun dalam internal masyarakat hingga ke lembaga formal seperti sekolah atau organisasi keagamaan yang mengajarkan anti-ekstremisme, dan interpretasi agama yang inklusif. Contoh RMB itu seperti sebuah komunitas online yang mempromosikan dialog antar lintas umat beragama atau organisasi masyarakat madani yang aktif dalam kampanye anti-radikalisme.

RMB: Implementasi Toleransi yang Ambigu


"Jadikan agama sebagai inspirasi dan bukan sebagai sebuah aspirasi" (Anonim)


Pada dasarnya kita sependapat, bahwa toleransi antar lintas umat beragama memang harus diproteksi dan dilestarikan. Namun dengan mengaplikasikan RMB atau attitude beragama secara moderat sebagai solusi adalah ambigu serta berpotensi merugikan umat Islam dan ajarannya. Apalagi dua hal tersebut senantiasa dihubungkan dengan isu radikalisme yang secara terus-menerus dipropagandakan.

Yang lebih dikhawatirkan lagi adalah ketika Implementasi RMB yang didirikan di beberapa kampus PTKI ini tidak terkoordinir dengan kearifan dan analisis yang baik sehingga malah menjadi ekstrem dan menimbulkan dampak negatif serta berpotensi mengancam keyakinan dan keimanan para generasi muda khususnya para mahasiswa sehingga menjadi bersikap apatis terhadap ajaran agama mereka sendiri.

RMB: Implementasi Toleransi Autentik atau Sekedar Intrik?


Dalam konteks RMB ini, poinnya bukan hanya sekadar toleransi tetapi juga bisa membuat nilai-nilai agama yang fundamental menjadi bias. Salah satu dampak negatif yang paling signifikan adalah potensi munculnya moderasi palsu (pseudo-moderation). Hal ini dipicu karena adanya dorongan untuk mencapai kriteria moderat namun tidak mengimplementasikan nilai-nilainya secara substansial melainkan hanya mempresentasikan simbol-simbol moderasi. Hal ini dapat menciptakan kesan bahwa implementasi toleransi didalam moderasi hanyalah intrik dan bukan merupakan sebuah toleransi Autentik dengan keterikatan yang tulus.

RMB: Dalam Perspektif Islam


Sejatinya Islam adalah agama yang mempunyai aturan dan kewajiban dengan batas yang jelas sesuai dengan perintah Allah Subahanahu wa Ta'ala yang menjadi panduan dalam kehidupan bagi seluruh umatnya, baik kehidupan bermasyarakat maupun kehidupan beragama dan bernegara.

Islam adalah agama dengan sistem sempurna yang mampu menjadi solusi bagi problematika kehidupan umat manusia, baik dalam menyikapi diversitas, berbangsa, dan toleransi. Sebab itu Islam menjadi halangan terbesar bagi berkembangnya paham dan ideologi sekuler.

Dari sejak 13 abad yang lalu, Islam merupakan agama yang damai, penuh toleransi, dan pembawa rahmat bagi seluruh alam. Bahkan ajaran tentang toleransi pun sudah tercantum didalam Al-Quran tepatnya dalam surat Al-Kafirun ayat 6 yang artinya, "Untukmu agamamu dan untukku agamaku."

Islam juga tidak pernah memaksa sesiapa pun untuk memeluk Islam, sebagaimana yang dinyatakan dalam surah Al-Baqarah ayat 256 yang artinya, "Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam)."

Islam menerapkan beberapa hal sebagai edukasi dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama, yaitu:

- Menghindari kekerasan dan bersikap ekstrim

- Menghormati cara beribadah

- Menghargai diversitas agama

- Bersikap toleransi

- Bersikap adil kepada sesama manusia

Penguasa dan pemimpin dalam Islam juga memiliki kewajiban serta wewenang dalam memberikan nasihat untuk menjaga dan memastikan bahwa kehidupan masyarakat khususnya umat islam agar tetap selalu berpedoman pada aturan hukum-hukum syarak dan bukan aturan hukum yang lain.

Menjadi salah satu kewajiban negara yang ditetapkan dalam Islam adalah menjaga akidah umat. Dalam hal ini tentu saja negara tidak akan memberikan solusi yang ambigu dengan berbagai hal yang justru dapat merusak akidah umat seperti membangun RMB.

Islam dengan semua aturan hukum syaraknya, sudah memiliki aturan dan batasan yang transparan tentang toleransi dan dapat dijadikan pedoman di mana saja dan kapan saja oleh umat Islam dalam melakukan aktivitas-aktivitas bermasyarakat, bersosial dan beribadah, termasuk di sekolah, di kampus dan di tempat-tempat interaksi sosial lainnya.

Oleh karena itu umat Islam harus waspada karena RMB sejatinya hanyalah intrik untuk mendiskreditkan dan menyudutkan Islam dan penganutnya dalam rangka memuluskan ideologi sekuler.

Penutup


"Islam adalah agama yang lurus dan penuh toleransi serta membawa kabar gembira dengan misi perdamaian. Islam hadir untuk mempermudah dan bukan mempersulit" (Anonim)

Wallaahu'alam bissawab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)