Waspada! Dalih Menjaga Toleransi Nyatanya Sudah Sampai Kolaborasi dalam Beragama

Oleh: Ahmad Badarudin
datariau.com
2.214 view
Waspada! Dalih Menjaga Toleransi Nyatanya Sudah Sampai Kolaborasi dalam Beragama

DATARIAU.COM - Sebagian orang mengatakan bahwasanya seorang muslim boleh mengucapkan dan mengikuti perayaan agama-agama diluar agama Islam dengan dalih toleransi beragama. Bahkan sampai mengikuti perayaan dan peribadahan mereka di tempat-tempat ibadah mereka. Lalu Apakah toleransi dan kolaborasi itu?

Apakah itu toleransi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), toleransi adalah sikap atau sifat menenggang, menghargai, membiarkan, atau membolehkan pendirian, pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, atau kelakuan yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri.

Apakah itu kolaborasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kolaborasi berarti kerja sama atau perbuatan untuk bekerja sama dengan pihak lain.

Dari dua pengertian di atas dapat kita buatkan kesimpulan bahwa mengikuti perayaan umat lain diluar Islam bukanlah sebuah toleransi melainkan bentuk kolaborasi. Sederhananya ketika kita sedang minum kopi dan teman sedang minum teh, maka biarkan saja tanpa mencampurkan antara kopi di dalam teh dengan alasan toleransi.

Untuk itu sebagai umat muslim kita dilarang mengikuti dan mencampuradukkan agama yang satu dengan agama yang lainnya dengan alasan apapun itu sehingga kita menjadi bagian dari mereka.

Dari ibnu ‘Umar, Rasululullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

Barangsiapa yang mengikuti suatu kamu maka dia termasuk bagian dari mereka. (HR.Ahmad 2:50)

Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak butuh lagi dicampuradukkan dengan ajaran yang lainya.

Allah Subhanahuwata’ala berfirman: “… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agama bagimu ...” [Al-Maa-idah : 3]

Sebagai seorang muslim dengan kita mengikuti perayaan hari raya non muslim seperti natal dan tahun baru sama saja kita mendukung perayaan mereka, sementara Allah Subahanahu wa ta’ala melarangnya.

Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah itulah Al-Masih putra Maryam." Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga. [Al-Maaidah: 72-73]

Semoga Allah Subahanahu wa ta’ala menjaga aqidah kita dan keluarga kita supaya tidaklah kita meninggal dunia kecuali dalam keadaan muslim. Aamiin.***

Tag:Toleransi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)