Ramadhan: Momentum Memperbaiki Pola Komunikasi

Oleh: Relly Anjar Vinata Wisnu Saputra
datariau.com
1.328 view
Ramadhan: Momentum Memperbaiki Pola Komunikasi
Foto: Ist.
Relly Anjar Vinata Wisnu Saputra.

DATARIAU.COM - Ramadhan adalah periode puasa, berdoa, dan refleksi selama sebulan bagi umat Islam di seluruh dunia. Periode ini dianggap sebagai salah satu periode penting dalam setahun bagi umat muslim dan diamati oleh jutaan orang di seluruh dunia. Ramadhan adalah waktu bagi umat Islam untuk merenungkan dan memperkuat keimanan, mempraktikkan disiplin diri, dan terhubung dengan sesama manusia. Namun, Ramadhan bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga berdampak signifikan pada komunikasi manusia.

Ramadhan mendorong umat Islam untuk mempraktikkan empati dan welas asih terhadap orang lain, dan penekanan pada empati dan welas asih ini mendorong komunikasi dan jalinan hubungan yang lebih baik di antara sesame manusia. Selama bulan Ramadhan, umat Islam diwajibkan untuk berpuasa dari matahari terbit hingga terbenam, yang berarti harus menjauhkan diri dari makanan, minuman, dan kesenangan fisik lainnya. Periode disiplin diri ini memungkinkan umat Islam untuk mengalami perjuangan atas rasa lapar dan haus yang dihadapi jutaan orang di seluruh dunia setiap hari. Akibatnya, umat Islam lebih cenderung berempati dan berbelas kasih terhadap mereka yang kurang beruntung.

Tindakan berpuasa selama bulan Ramadhan juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas. Umat Islam didorong untuk berbuka bersama, baik bersama keluarga atau teman, atau di masjid bersama masyarakat sekitar. Kebersamaan ini mendekatkan orang-orang, dan ini adalah saat di mana kita dapat memperkuat hubungan satu sama lain. Rasa kebersamaan dan solidaritas ini tidak terbatas pada umat Islam tetapi juga meluas ke non-Muslim, karena umat Islam didorong untuk mengundang teman-teman dan tetangga non-Muslim untuk berbuka puasa bersama. Kebiasaan ini dapat mempromosikan inklusivitas dan memperkuat hubungan antara umat yang berbeda.

Ramadhan juga merupakan waktu untuk meningkatkan refleksi spiritual dan introspeksi. Umat Islam didorong untuk merenungkan tindakan yang dilakukan, mencari pengampunan atas kesalahan yang diperbuat, dan berusaha untuk memperbaiki diri. Introspeksi dan refleksi diri ini memungkinkan umat Islam untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, karena kita menjadi lebih sadar akan pentingnya kita berinteraksi dengan orang lain. Umat Islam didorong untuk berbicara dengan lembut dan ramah, bersabar dan pengertian, dan menghindari bahasa yang negatif dan menyakitkan. Praktik-praktik ini dapat berdampak positif pada komunikasi dan hubungan, tidak hanya selama bulan Ramadhan tetapi sepanjang tahun.

Selain itu, Ramadhan mendorong kita untuk meningkatkan komunikasi dengan Allah Subahanahu wa Ta'ala melalui doa dan pembacaan Al-Qur'an. Umat Islam didorong untuk lebih sering sholat selama bulan Ramadhan, dan banyak masjid mengadakan sholat malam/tarawih, di mana ayat-ayat Al-Qur'an dilantunkan selama bulan penuh berkah ini. Peningkatan fokus pada doa dan pembacaan Al-Qur'an ini dapat berdampak besar pada keterampilan komunikasi individu, karena menumbuhkan rasa kerendahan hati, rasa syukur, dan refleksi diri.

Ramadhan juga merupakan waktu dimana umat Islam didorong untuk bersedekah dan membantu pada mereka yang membutuhkan. Tindakan memberi ini menumbuhkan rasa empati dan kasih sayang terhadap orang lain, dan juga mendorong umat Islam untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang lebih baik. Umat Islam didorong untuk mendengarkan kebutuhan orang lain dan menanggapi dengan cara yang welas asih dan pengertian. Tindakan memberi ini juga menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas, karena umat Islam bekerja sama untuk membantu mereka yang kurang beruntung.

Disamping itu, sebagai seorang Muslim selama bulan Ramadhan, bentuk komunikasi yang baik akan tergantung pada konteks dan preferensi pribadi individu. Namun, ada beberapa pedoman umum yang dapat diikuti, seperti misalnya:

Berkomunikasi dengan landasan kebaikan dan empati: Ramadhan adalah bulan kebaikan, kemurahan hati, dan empati. Oleh karena itu, penting untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan cara yang penuh hormat dan welas asih, terutama selama bulan suci ini.

Prioritaskan komunikasi tatap muka: Meskipun ada berbagai bentuk komunikasi yang tersedia, yang terbaik adalah memprioritaskan komunikasi tatap muka selama bulan Ramadhan. Ini karena Ramadhan adalah waktu untuk berkumpul dengan keluarga dan teman, dan komunikasi tatap muka memungkinkan hubungan yang lebih dalam dan lebih bermakna.

Gunakan teknologi komunikasi dengan bijak: Dalam situasi di mana komunikasi tatap muka tidak memungkinkan, teknologi dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Namun, penting untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan menghindari penggunaan media sosial yang berlebihan dan gangguan digital lainnya, yang dapat menghilangkan makna spiritual Ramadhan.
Hindari gosip dan fitnah: Ramadhan adalah waktu untuk refleksi diri dan introspeksi. Oleh karena itu, penting untuk menghindari gosip dan fitnah yang dapat merugikan orang lain dan merusak semangat Ramadhan.

Meminta pengampunan: Ramadhan adalah waktu untuk mencari pengampunan dan menebus kesalahan. Oleh karena itu, jika terjadi miskomunikasi atau kesalahpahaman selama bulan ini, penting untuk mencari pengampunan dan berupaya menyelesaikan konflik apa pun.

Kesimpulannya, Ramadhan bukan hanya sekadar ibadah, tapi juga waktu untuk melakukan introspeksi, empati, welas asih, dan kebersamaan. Nilai-nilai ini dapat berdampak pada pola komunikasi manusia, karena mendorong hubungan yang lebih baik antara individu dan umat. Umat Islam didorong untuk mempraktikkan nilai-nilai ini tidak hanya selama bulan Ramadhan tetapi sepanjang tahun, dan ini dapat mengarah pada masyarakat yang lebih berbelas kasih dan pengertian. Ramadhan merupakan momentum untuk meningkatkan komunikasi kepada umat manusia dan memberikan kesempatan bagi seluruh umat beragama untuk belajar dari nilai-nilai yang dianut umat Islam selama ini. ***

*) Penulis merupakan Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)