Press Ditendang, Baru Washington Bangun

Oleh: Khairani Kembaren, S.T.
datariau.com
156 view
Press Ditendang, Baru Washington Bangun

Namun semua solusi di atas tidak akan tuntas jika masih tambal sulam. Di sinilah kita butuh Islam dalam mengatur di segala aspek kehidupan.

Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan." (QS. Al-Baqarah: 208)

Islam diterapkan secara menyeluruh sebagai sistem, bukan hanya ibadah ritual.

Secara politik, Islam menuntut persatuan umat, bukan perpecahan nation-state yang membuat Palestina berjuang sendirian. Jika umat bersatu dalam satu kepemimpinan, darah satu muslim di Abu Falah adalah darah seluruh umat, yang pembelaannya bukan sekadar kecaman di PBB, tapi pembelaan nyata.

Secara ekonomi, penjajahan bertahan karena ditopang ekonomi global. Islam mewajibkan kemandirian ekonomi dan mengharamkan menopang musuh yang memerangi umat, sehingga boikot menjadi kekuatan sistematis, bukan musiman.

Secara militer, dalam fiqih Islam, jika satu jengkal tanah kaum muslimin diduduki, membelanya adalah fardhu 'ain bagi penduduk terdekat. Membela petani yang kebunnya dibakar bukan sukarela, tapi kewajiban syar'i. Islam Kaffah mengembalikan doktrin pertahanan ini, bukan menyerahkan keamanan kepada tentara pendudukan itu sendiri.

Secara peradilan, selama hukum yang dipakai adalah hukum buatan manusia yang tunduk pada veto AS, keadilan tidak akan pernah datang. Islam Kaffah menawarkan sistem peradilan ilahi di mana Yahudi, Nasrani, dan Muslim sama di hadapan hakim. Seperti di masa Khalifah Umar bin Khattab, ketika anak seorang gubernur yang memukul warga Koptik di Mesir pun dihukum di depan umum.

Kecaman Marco Rubio itu penting, penangkapan 10 pemukim itu positif. Tapi selama kita masih berharap pada belas kasihan Washington yang baru bangun setelah jurnalisnya sendiri ditendang, maka pogrom musim zaitun akan terus menjadi kalender tahunan.

Hanya dengan kembali kepada Islam secara kaffah, petani di Abu Falah bisa memanen zaitunnya dengan tenang, jurnalis bisa memakai rompi PRESS tanpa takut dihajar, dan keadilan tidak lagi harus menunggu paspor Amerika.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)