Radar Tri Baskoro, Pengamat Sosial Politik

PPKM Awal Kejatuhan Rejim Jokowi & Pandemi dalam Sorotan Teori Chaos

Ruslan
3.032 view
PPKM Awal Kejatuhan Rejim Jokowi & Pandemi dalam Sorotan Teori Chaos
Foto: Net

Faktor kedua adalah kebijakan Jokowi mengamputasi KPK. Sekarang KPK dipimpin oleh orang yang dulu pernah dipecat oleh KPK. Orang itu berasal dari institusi kepolisian yang beberapa tahun sebelumnya beberapa jenderalnya bertarung sengit melawan KPK setelah menjadi tersangka dan seorang diantaranya gagal menjadi Kapolri. Masyarakat memandang langkah Jokowi ini sebagai upaya memandulkan KPK sebagai lembaga anti-rasuah.

Faktor ketiga adalah kebijakan Jokowi yang mengesahkan UU Cipta Kerja. Undang-undang itu telah menimbulkan kemarahan buruh, petani, aktivis HAM dan lingkungan hidup, masyarakat adat, dsb.

Last but not least, selama hampir 7 tahun berkuasa Jokowi telah mengembangkan narasi pecah-belah bangsa.

Narasi itu semula dimaksudkan untuk mengikis terorisme tetapi kemudian berkembang menjadi narasi anti muslim pribumi, atau sering disebut kadrun. Kadrun adalah kependekan dari kadal gurun. Kata itu mengacu kepada kelompok masyarakat Arab yang kita ketahui mendiami wilayah padang pasir di Timur Tengah.

Istilah itu dipergunakan untuk mengejek kelompok masyarakat Arab Indonesia yang dianggap menjadi cikal bakal terorisme di Indonesia. Istilah itu dengan sendirinya bersifat rasis. Namun Sekarang bukan cuma etnis Arab tetapi siapapun yang mengritik Jokowi, apakah ia terhubung dengan terorisme atau tidak, adalah kadrun.

Keempat faktor di atas menyulitkan Jokowi untuk menjadi pemimpin pemersatu dan inspiratif. Dengan sendirinya upaya Jokowi belakangan ini yang meminta rakyat bersatu-padu menanggulangi pandemi, diabaikan publik.

Komen medsos mentertawakan himbauan itu, mereka bilang "Kalau susah minta bersatu, jabatan komisaris dibagi-bagi ke teman sendiri."

Sudah sejak nenek moyang kita dulu, kita melihag kepercayaan sebagai fenomena dengan umpanbalik positif. "Sekali lancung ke ujian," kata orang tua kita, "?seumur hidup orang tak percaya." Cukup sekali anda melakukan kecurangan, selanjutnya seluruh dunia seumur hidup orang tidak akan mempercayai anda.

Source: lawjustice.co

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)