Pesantren: Rumah Ilmu atau Ruang Duka?

Oleh: Ita Harmi
datariau.com
335 view
Pesantren: Rumah Ilmu atau Ruang Duka?

Nyawa manusia dalam pandangan syariat bukan sekadar keberadaan biologis, melainkan amanah agung yang nilainya melampaui batas-batas dunia. Mengakhiri satu kehidupan seakan meruntuhkan keseluruhan isi semesta, sebab di dalam satu jiwa terhimpun harapan, peran, dan takdir yang tak tergantikan. Di sinilah hukum Islam menghadirkan konsep zawajir dan jawabir, sebuah sistem yang tidak hanya tegas mencegah kejahatan seperti yang terjadi di salah satu ponpes di Lombok Tengah agar tak terulang, tetapi juga menjadi penebus dosa bagi pelakunya di hadapan Allah. Ia bukan sekadar menghukum, melainkan menjaga, memulihkan, dan menutup hisab di akhirat. Dimensi inilah yang menjadikan syariat bukan hanya perangkat aturan, tetapi juga rahmat yang menyeluruh, sesuatu yang tak pernah mampu dijangkau oleh kerangka sekularisme yang terbatas pada dunia semata.***

Baca juga:Antisipasi Kasus Bullying Terulang, Disdik Pekanbaru Diminta Tingkatkan Pengawasan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)