Pernikahan Dini dan Gagalnya Benteng Generasi

Oleh: Siti Amie, S.Pd
datariau.com
126 view
Pernikahan Dini dan Gagalnya Benteng Generasi
Ilustrasi. (Foto: Int)

Kasus di Lombok Barat seharusnya menjadi momentum refleksi bagi seluruh elemen bangsa. Perhatian publik tidak boleh berhenti pada peristiwa dibakarnya ijazah dan perlengkapan sekolah seorang anak. Yang jauh lebih penting adalah memahami mengapa peristiwa seperti itu terus berulang dan apa yang harus dilakukan agar generasi muda tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman yang begitu cepat.

Generasi hari ini membutuhkan lebih dari sekadar larangan. Mereka membutuhkan lingkungan yang sehat, pendidikan yang benar, keteladanan dari keluarga, kepedulian masyarakat, serta regulasi yang mampu melindungi mereka dari berbagai pengaruh yang merusak. Ketika seluruh unsur tersebut berjalan selaras, maka peluang lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak, dan bertanggung jawab akan semakin besar.

Baca juga:Inilah 4 Musibah Besar Dialami Orang yang Pacaran


Pada akhirnya, membangun masa depan generasi tidak cukup hanya dengan menolak pernikahan dini. Yang lebih mendesak adalah menyelesaikan akar persoalan yang mendorong lahirnya berbagai problem remaja saat ini. Sebab ketika akar masalah mampu diatasi, berbagai persoalan turunannya akan jauh lebih mudah diselesaikan. Allahua'lam bi ash-shawaab.***

Catatan Redaksi:
Tulisan opini ini telah melalui proses penyuntingan oleh redaksi untuk menyesuaikan kaidah bahasa, tata tulis, dan standar publikasi media online. Penyuntingan dilakukan tanpa mengubah substansi, gagasan utama, maupun makna yang dimaksud oleh penulis.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)