Pengangguran di Indonesia: Memprihatinkan

Oleh: Diajeng Kusumaningrum, S. Hut
datariau.com
997 view
Pengangguran di Indonesia: Memprihatinkan
Ilustrasi. (Foto: Internet)

Bagaimana Islam Mengatasi Pengangguran

Ajaran Islam memberikan mekanisme jaminan kesejahteraan dengan mewajibkan laki-laki untuk bekerja. Namun, hal ini membutuhkan support system yaitu negara, dengan memberikan sistem pendidikan yang memadai sehingga seluruh rakyat khususnya laki-laki memiliki kepribadian Islam yang baik sekaligus skill yang mumpuni (muslimahnews, 7/5/2025).

Pada saat yang sama, negara pun wajib menyediakan lapangan kerja yang halal serta iklim kerja yang kondusif bagi masyarakat untuk berusaha. Caranya adalah dengan membuka akses luas kepada sumber-sumber ekonomi yang halal, dan mencegah penguasaan kekayaan milik umum oleh sekelompok orang saja, apalagi asing. Termasuk mencegah berkembangnya sektor non riil yang kerap menghambat, bahkan menghancurkan perekonomian negara.

Sektor-sektor dengan potensi yang sangat besar, seperti pertanian, industri, perikanan, perkebunan, pertambangan, dan sejenisnya, digarap secara serius dan sesuai dengan aturan Islam. Pembangunan dan pengembangan sektor-sektor tersebut dilaksanakan merata di seluruh wilayah negara sesuai potensinya.

Negara pun menerapkan politik industri yang bertumpu pada pengembangan industri berat. Hal ini kemudian mendorong perkembangan industri-industri lainnya hingga mampu menyerap ketersediaan sumber daya manusia yang melimpah dengan kompetensi berkualitas dalam keahlian dan ketakwaan sebagai output sistem pendidikan Islam.

Negara pun turut serta memberi bantuan modal dan pelatihan skill kepada rakyat yang membutuhkan. Bahkan, mereka yang lemah, cacat, atau tidak mampu bekerja, akan diberikan santunan oleh negara sehingga dapat hidup dengan sejahtera dan layak.

Selain itu, negara akan mempermudah layanan publik, bahkan menggratiskannya sehingga apa pun pekerjaannya tidak menghalangi mereka untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar dan kehidupan yang layak. Selanjutnya, kualitas anak anak/generasi SDM penerus pun akan meningkat untuk turut memajukan umat.

Hal ini hanya bisa didapatkan bila paradigma negara diarahkan pada paradigma kepemimpinan Islam sebagai pengurus dan penjaga (ra'in dan junnah). Seorang pemimpin negara akan bertanggungjawab atas setiap orang yang dipimpinnya. Jika ada seorang rakyat yang menderita karena buruknya pengurusan mereka, pemimpin akan menerima azab Allah Subahanahu wa ta'ala. Jadi jika ada rakyat yang menderita akibat pengangguran yang pelik dan berkepanjangan, maka pemimpinlah yang bertanggungjawab di hadapan Allah Subahanahu wa ta'ala. Wallahu A'lam bishsowwab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)