Pandora di Merauke: Ketika Pembangunan Menjadi Luka bagi Rakyat

Oleh: Ita Harmi
datariau.com
85 view
Pandora di Merauke: Ketika Pembangunan Menjadi Luka bagi Rakyat

Islam menawarkan cara pandang berbeda.


Dalam konsep ekonomi Islam, kepemilikan dibagi secara tegas menjadi tiga: kepemilikan individu, kepemilikan umum, dan kepemilikan negara. Sumber daya strategis seperti air, hutan, energi, dan kekayaan alam yang menyangkut hajat hidup orang banyak diposisikan sebagai kepemilikan umum yang tidak boleh dimonopoli oleh individu maupun diserahkan pada kepentingan oligarkis.

Negara hanya bertindak sebagai pengelola untuk kemaslahatan rakyat, bukan pemilik mutlak yang bebas menentukan nasib ruang hidup masyarakat tanpa batas.

Prinsip ini bukan sekadar teori.


Sejarah kepemimpinan Islam mencatat bagaimana penguasa dituntut tunduk pada keadilan, bahkan terhadap rakyat kecil sekalipun. Kisah Umar bin Khattab yang membela hak seorang Yahudi atas sengketa tanah dengan pejabat negara sering menjadi teladan bahwa kekuasaan harus dibatasi oleh moralitas dan keadilan.

Karena itu, pelajaran penting dari Merauke bukan sekadar soal Papua, melainkan soal arah bangsa ini.


Pembangunan memang penting. Ketahanan pangan juga mendesak. Namun pembangunan yang mengorbankan keadilan sosial justru menyimpan bom waktu. Negara tidak boleh merasa cukup hanya karena memiliki dasar legal formal. Sebab sesuatu yang sah secara administratif belum tentu adil secara moral.

Pemerintah semestinya menjadikan kritik sebagai alarm, bukan ancaman. Film dokumenter seperti *Pesta Babi* seharusnya dibaca sebagai masukan publik, bukan sesuatu yang perlu dicurigai.

Sebab sejarah selalu mengajarkan satu hal: ketika suara rakyat terlalu lama diabaikan, kekecewaan akan mencari jalannya sendiri.

Jangan sampai Merauke benar-benar berubah menjadi Pandora, tanah yang kaya raya, tetapi meninggalkan luka mendalam bagi mereka yang paling berhak menjaganya.

Wallahu a’lam bishawab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)