Kewibawaan Polri Harus Berakar pada Kepercayaan, Integritas dan Keadilan Jadi Kunci Kepemimpinan

Oleh: Meki Wahyudi, S.I.K*
datariau.com
56 view
Kewibawaan Polri Harus Berakar pada Kepercayaan, Integritas dan Keadilan Jadi Kunci Kepemimpinan
Foto: Ist.
Meki Wahyudi, S.I.K

Kepercayaan Menjadi Ukuran Kewibawaan


Dalam tulisan tersebut juga merujuk kajian Tyler, Goff, dan MacCoun (2015) yang menjelaskan bahwa legitimasi kepolisian berkaitan dengan kesediaan masyarakat menaati hukum dan bekerja sama dengan aparat.

Keadilan dalam proses menjadi salah satu dasar penting terbentuknya legitimasi tersebut.

Sementara itu, pendekatan kepemimpinan adaptif yang dikembangkan Heifetz, Grashow, dan Linsky (2009) menjadi salah satu landasan untuk memahami pentingnya perubahan kebiasaan, hubungan kewenangan, serta pembelajaran organisasi dalam menghadapi tantangan.

Pada akhirnya, kewibawaan Polri tidak cukup dibangun melalui kekuatan kewenangan, kedudukan, maupun ketegasan dalam penegakan hukum.

Kewibawaan yang kuat justru tumbuh ketika masyarakat melihat adanya kesesuaian antara ucapan dan tindakan, merasakan pelayanan yang adil, serta memperoleh kepastian bahwa setiap keputusan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemimpin Polri diharapkan mampu membangun kebiasaan mendengarkan sebelum menyimpulkan, menjelaskan alasan keputusan, menerapkan standar yang konsisten, dan membuka ruang koreksi.

Dengan demikian, integritas dan keadilan bukan sekadar nilai yang tertulis dalam aturan, melainkan menjadi budaya kerja yang nyata di seluruh lingkungan organisasi kepolisian.

Kepercayaan masyarakat pada akhirnya menjadi salah satu ukuran penting keberhasilan kepemimpinan Polri dalam menghadirkan perlindungan, kepastian hukum, dan rasa keadilan.***

*) Penulis merupakan Serdik Sespimen Angkatan 67

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)