Integrasi Data Fiskal: Integrasi Sudah Berjalan, Mengapa Bantuan Sosial Masih Salah Sasaran?

Oleh: Tania Dwi Restianti*
datariau.com
57 view
Integrasi Data Fiskal: Integrasi Sudah Berjalan, Mengapa Bantuan Sosial Masih Salah Sasaran?

Selain itu, penerapan teknologi Biometric Face Recognition pada saat pencairan bantuan dapat menjadi salah satu solusi untuk meminimalkan penyalahgunaan identitas penerima. Sanksi yang tegas terhadap aparatur maupun masyarakat yang dengan sengaja memanipulasi data bantuan sosial juga harus diterapkan secara konsisten agar memberikan efek jera.

Transparansi daftar penerima bantuan di tingkat RT dan RW perlu terus diperkuat sehingga masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan sosial. Di samping itu, audit independen secara berkala juga penting dilakukan untuk memastikan seluruh proses penyaluran bantuan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kombinasi antara teknologi, kualitas data, transparansi, pengawasan, dan penegakan hukum akan jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan integrasi data semata. Digitalisasi memang merupakan fondasi penting, tetapi fondasi yang kuat tetap memerlukan tata kelola yang baik agar mampu menghasilkan kebijakan yang berkualitas.

Pada akhirnya, integrasi data harus dipandang sebagai awal dari reformasi tata kelola pemerintahan, bukan tujuan akhirnya. Keberhasilan digitalisasi tidak cukup diukur dari terbentuknya satu basis data nasional, melainkan dari sejauh mana sistem tersebut mampu menghasilkan kebijakan yang adil, akurat, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Jika kualitas data terus dijaga, proses pemutakhiran dilakukan secara berkelanjutan, koordinasi antarlembaga diperkuat, serta pengawasan berjalan secara efektif, maka bantuan sosial akan semakin tepat sasaran. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah sekaligus mewujudkan pengelolaan anggaran negara yang lebih transparan, bertanggung jawab, dan berkeadilan.***

*) Penulis merupakan mahasiswa Fisip Universitas 17 Agustus 1945

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)