Oleh: Gustin Ayu

Emang Bisa Bebas dari Kebakaran Hutan?

datariau.com
1.665 view
Emang Bisa Bebas dari Kebakaran Hutan?
Ilustrasi (Foto: IDN Times)

DATARIAU.COM - Indonesia sedang menghadapi 2 iklim cuaca sekaligus yaitu kemarau berkepanjangan dan curah hujan yang berlebihan pada tahun 2021. Dalam dua iklim cuaca itu terdapat pula kebiasaan bencana yang terjadi, kabakaran hutan yang menyebabkan bencana kabut asap di saat kemarau, dan banjir saat musim hujan.


Bencana itu tidaklah terjadi begitu saja, beberapa hal menjadi penyebabnya. Pertama, bencana kombinasi antara campur tangan manusia dengan alam. Kedua, bencana yang murni karena ulah manusia. Tiap tahun selalu terjadi, sudah menjadi langganan. Kedua jenis bencana tersebut sekurang-kurangnya disebabkan oleh ketidakpedulian manusia dan pemerintah dalam menjaga lingkungan, terutama sumber daya hutan dan lahan. Khusus di provinsi Riau, alam bebas dikuras sehabis-habisnya untuk kepentingan orang dan kelompok tertentu.


Kebakaran Hutan


Yuk kita bicarakan bencana asap yang nomor satu ini. Benar sekali! Banyak pihak mengatakan bahwa belahan dunia sedang mengalami musim kemarau/kering maka peluang kebakaran hutan makin besar terjadi tiap tahunnya. Kebakaran hutan banyak penyebabnya. Pertama karena kemarau berkepanjangan. Selain itu, tanah gambut dan kering yang menyebabkan peluang sebaran api lebih besar. Namun kebakaran hutan dipicu karena ada beberapa faktor yaitu: fenomena alam seperti kilat, puntung rokok, juga yang paling kejam: karena sengaja dibakar.


Namun partisipasi manusia dalam kebakaran hutan dan lahan lebih jelas proporsinya. Manusia modernlah yang membuka lahan dengan cara ceroboh. Dulu ketika beberapa manusia tinggal di hutan mereka melakukan perladangan berotasi. Mereka membakar hutan untuk membuka lahan dan memanen buat tanaman mereka. Tak pernah terdengar kebakaran hutan karena mereka yang tinggal di dalam hutan.


Menjadi Fenomena Tahunan


Sejak kebakaran hutan hebat dari tahun 1997, seperti Inhil, Bengkalis, Dumai, Siak, dan daerah lainnya di wilayah Riau, kebakaran hutan jadi tamu tahunan. Hal yang mengesalkan adalah kejadian ini terus terjadi. Seperti tak ada pelajaran yang dapat diambil dari beberapa belas bahkan beberapa puluh tahun yang menyedihkan ini. Sepertinya semua dilupakan ketika hujan mulai turun sampai kemudian hal yang sama datang di kemudian tahunnya. Begitulah yang terjadi dari tahun ketahun di negeriku.


Penanganan juga tampak sporadis. Hanya berfokus pada pemadaman ketika titik api sudah banyak dimana-mana sementara asap sudah mencekik seluruh sistem pernafasan masyarakat. Kalau belum seperti itu semua pihak akan tenang-tenang saja. Mantan presiden SBY telah membuat banyak kemajuan dengan menegakkan moratorium penebangan hutan. Pada masa kepemimpiannanya pula, rehabilitasi lahan yang rusak banyak dilakukan melalui berbagai program seperti ?penanaman 1 milyar pohon? yang melibatkan banyak orang penting. Juga menjalankan banyak upaya memperbaiki kondisi hutan yang telah rusak.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)