Alarm Waspada Gurita Investasi China

Oleh: Alfiah SSi
datariau.com
1.537 view
Alarm Waspada Gurita Investasi China
Ilustrasi (Foto: Internet)
Presiden Joko Widodo menekankan sejumlah kerja sama antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok pada pertemuan bilateral.

Mengakhiri Ketergantungan Utang


Indonesia adalah negara yang kaya akan sumber daya alam yang berlimpah. Sayangnya sumber daya alam justru banyak dikelola oleh asing. Di satu sisi, strategi pembangunan yang ditempuh Pemerintah saat ini secara substansial tidak berbeda dengan rezim-rezim sebelumnya. Dengan berkedok mendorong investasi, Pemerintah justru semakin menjerumuskan negeri ini dalam kubangan utang. Ketergantungan utang menyebabkan sebagian alokasi APBN terserap hanya untuk membayar utang dan bunganya dalam jangka waktu yang panjang.

Selain itu, kemandirian negara ini juga tergadaikan karena komitmen utang yang disepakati mensyaratkan berbagai hal yang menguntungkan negara pemberi utang, namun merugikan negara ini, baik dalam bidang ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan.

Hal yang juga sangat mendasar adalah utang-utang yang ditarik oleh Pemerintah dan BUMN di atas adalah utang ribawi yang diharamkan secara tegas oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah berfirman: “Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al Baqarah: 275).

Bahkan Allah mengumumkan perang kepada pelaku riba. Hal ini tentu menunjukkan bahwa dosa riba sangat besar dan berat. “Rasulullah melaknat pemakan riba, yang memberi, yang mencatat dan dua saksinya. Beliau bersabda: mereka semua sama.” (HR. Muslim).

Oleh karena itu, tidak ada cara yang dapat ditempuh oleh penduduk negeri ini untuk membebaskan negara ini dari utang dan cengkeraman negara dan lembaga lintah kecuali dengan kembali menerapkan sistem ekonomi syariah yang mandiri dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya alam dan manusia negeri ini, termasuk menghindari berbagai perjanjian luar negeri yang membahayakan kedaulatan negeri. Wallahu a’lam bi ash shawab. (*)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)