Temu Ramah Pangdam "Gubernur Ngopi"

Datariau.com
879 view
Temu Ramah Pangdam "Gubernur Ngopi"
Arizki Fil Bahri
Dr.H.Nurdin Basirn S.sos.Msi Gubernur Kepri

NATUNA,DATARIAU.COM-Diketahui malam ini Pemkab Natuna Bersama Pangdam Bukit Barisan lakukan temu Ramah yg dilaksanakan dirumah Makan sisir Basisir Dikota Ranai, Malam Ini 22 April 2018 jam 19:30 Wib yg di hadiri Oleh Beberapa Pejabat Tinggi Kabupaten Natuna, Pangdam Bukit Barisan ,danrem Serta Kapolda Kepri dan Jajaran Dari TNI-Polri yg ada di Natuna.Anehnya diacra malam ramah Tamah itu Orang No 1 Kepulauan Riau Nurdin Basirun seolah cuek hadir dalam kegiatan itu dan lebih Memilih Nongkrong Diranai Squre Bersama Kadernya.

Natuna yg juga merupakan penghasil Migas terbesar dikepri yg juga merupakan Dana hasil Migasnya yg besar, Seolah Kurang perhatian dibandingkan daerah kabupaten Karimun yg minim penghasilan. Celakanya, meski pemilik ladang migas, nasib Natuna sungguh memprihatinkan. Dengan kebijakan baru, Pemerintah Kabupaten Natuna hanya bisa mengelola wilayah hingga di tepi pantai. Tepi pantai ke-laut, hak Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Pemerintah Republik Indonesia.

Alhasil, Dana Bagi Hasil Migas Natuna, menjadi jatah Pemprov Kepri. “Sekitar Rp1,8 triliun setahun, masuk APBD Kepri,” kata Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal saat kunjungan kerja di Gedung Serba Guna Kecamatan Midai, Ahad siang 15 April 2018 yg lalu “Natuna, pemilik migas hanya di beri jatah sekitar Rp6 milyar.”

Yang Hamid kurang setuju, Tanjung Balai Karimun, kampung halaman Gubernur Kepri Nurdin Basirun dapat jatah migas Natuna, sekitar Rp200 milyar. Karena kabupaten itu dapat jatah migas Natuna terbesar, saat musrenbang provinsi, anggarannya ditutupi, alias tak di tayang.

“Lucu, di musrenbang provinsi, kabupaten dan kota se-Kepri di tayang anggarannya,” kata Ketua DPW PAN Kepri itu. “Hanya Karimun ditutupi, ada apa ini?” katanya lagi, sambil menambahkan, untung ia tak ada di tempat dalam pembahasan itu.

Jika hadir dalam pembahasan, Hamid akan mempertanyakan, kenapa perbedaan cukup mencolok. “Jangan kan pembagian anggaran migas, pembagian sapi kurban saja tak adil,” tegasnya. “Bagaimana adil, Natuna dapat 4 ekor, Karimun 72 ekor. Nasib Natuna, sama dengan kabupaten dan kota se-Kepri, kecuali Karimun.”

Henriyana yg juga Tokoh Politisi Sekjen DPD PAN Kabupaten Natuna, yg Juga merupakan Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Cabang Natuna juga merasa geram atas  Sikap cuek Gubernur Kepri Saat ini "Ya Menurut saya aneh saja,masak Sebagai Orng no 1 Kepri itu,saat ramah tamah bersama pangdam beliau tidak hadir,apa Memang undangan yg tidak dapat!!Tapi menurut saya tidak mungkin.Mungkin Memang sikap Cueknya sehingga beliau tak hadir.

Ya saya selaku Himpunan Pengusaha Muda juga berharap keadilan dari Pak Nurdin Basirun terhadap Natuna ini.Jangan lah bersikap pilih kasih,ada anak tiri dan anak kandung Ungkap Henriyana saat diwawancara malam ini 22 April 2018

Ditempat yg berbeda Yudas yg juga merupakan pemuda tempatan Natuna, juga merasa  berbeda akan Gubernur kepri saat ini,mana tidak natuna yg juga merupakan daerah terluar serta penghasil migas terbesar dikepri seolah tak ada perhatian kepada Natuna.sangat berbeda Dengan Almarhum ayah sani yg dulu pernah menjabat Gubernur kepri sikapnya adil serta tidak cuek terhadap wilayah terluar natuna ini.Saya selaku pemuda juga berharap keadilan serta prioritas Gubernur kepri terhadap Kabupaten Tanjung balai karimun janganlah terlalu mencolok dan tebang pilih.Bapak kan Gubernur Kepulauan Riau,bukan Gubernur Tanjung balai karimun jadi mesti adil juga lah terhadap kami tegas Yudas.

Memang Natuna tak ada suara buat bapak!!Kalau tetap seperti itu sikap Bapak ya sudah tolong bantu kami, percepat jadi provinsi agar kami tak sama lagi dengan bapak yg terlihat kurang adil kekami pungkas Yudas

Penulis
: Arizki Fil Bahri
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)